Penyerahan 11 unit County EV di Bali menjadi kelanjutan dari langkah perusahaan dalam memperluas penggunaan kendaraan niaga listrik di Indonesia.
Program Bali E-Mobility sendiri merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan yang disepakati pada tahun sebelumnya untuk mendorong transformasi transportasi di Bali menuju mobilitas berbasis listrik.
Pada semester kedua 2025, GGGI memulai proses pengadaan bus listrik dan menunjuk Hyundai sebagai penyedia kendaraan. Pemilihan tersebut mempertimbangkan kualitas produk, dukungan layanan purnajual, serta pengalaman Hyundai dalam proyek transportasi berbasis bantuan pembangunan resmi atau Official Development Assistance (ODA).
Ada Pemantauan Kualitas Setelah Bus Beroperasi
Selain menyerahkan armada, Hyundai juga akan mendukung tahap awal operasional melalui program EV Bus Field Quality Assurance Program.
Program ini mencakup pemantauan kualitas kendaraan di lapangan serta pembentukan pusat pemantauan kualitas di lokasi. Langkah tersebut ditujukan untuk memantau kondisi kendaraan dan performa operasional sejak bus mulai digunakan.
Dukungan ini menjadi bagian penting dalam memastikan armada dapat beroperasi dengan baik, terutama pada tahap awal penerapan transportasi publik berbasis listrik.
Ke depan, Hyundai menyatakan ingin memperluas bisnis kendaraan listriknya ke sejumlah kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan mitra lokal, perusahaan berharap dapat memperkuat kehadiran kendaraan niaga listrik sekaligus mendukung perkembangan transportasi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...