“Harapan kami kepada Komnas Perempuan dan seluruh perempuan Indonesia, kita kaum perempuan diciptakan oleh Tuhan bukan sebagai helper, tetapi sebagai penolong,” ujar Uchi.
Menurutnya, perempuan perlu membangun kekuatan bersama agar mampu menghadapi berbagai persoalan yang masih terjadi di Indonesia. Ia percaya persatuan dan solidaritas dapat menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan, termasuk dalam upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan.
Uchi juga berharap Komnas Perempuan tetap teguh menjalankan mandatnya. Ia menegaskan bahwa para penyintas akan terus berjalan bersama lembaga tersebut dan saling mengingatkan apabila ada hal yang mulai terabaikan dalam perjuangan mereka.
“Harapan ke depan, Komnas Perempuan tetap teguh dengan apa yang sudah menjadi tugas-tugasnya. Dan kami para korban akan senantiasa bersama-sama, berjalan bersama-sama dengan Komnas Perempuan dan akan saling mengingatkan apabila di antara kita mungkin ada yang jalannya,” tuturnya.
Menurut Uchi, hubungan antara Komnas Perempuan dan para korban selama ini terjalin melalui perhatian serta pendampingan yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa selama ini Komnas Perempuan tidak pernah meninggalkan para korban.
“Tapi selama ini Komnas Perempuan tidak pernah meninggalkan para korban,” tegasnya.
Pada usia ke-28 Komnas Perempuan, Uchi berharap lembaga tersebut tetap konsisten menjalankan tugasnya dalam membela perempuan korban kekerasan. Ia juga mengajak perempuan Indonesia untuk memperkuat solidaritas dan terus berjalan bersama memperjuangkan keadilan, sembari memastikan pengalaman serta hak para penyintas pelanggaran HAM masa lalu tetap mendapat perhatian.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...