HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng kader Posyandu menjadi detektif gizi untuk mengawasi MBG, menyusul masih adanya 10 juta ibu hamil hingga balita yang belum terlayani.
Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng kader Posyandu untuk memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan setelah sekitar 10 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita masih belum terjangkau program tersebut.
Melalui kerja sama ini, kader Posyandu tak hanya bertugas mendata penerima manfaat, tetapi juga ikut mengawasi kualitas makanan, proses pengolahan, hingga distribusi MBG kepada kelompok sasaran.
Mereka diharapkan menjadi ujung tombak pengawasan program sampai ke tingkat desa.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara BGN dan Tim Pembina Posyandu Pusat di Bali Sunset Road Convention Centre, Denpasar, Bali.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan perluasan jangkauan MBG menjadi perhatian penting, terutama bagi kelompok yang tinggal di wilayah dengan angka stunting tinggi serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurutnya, edukasi gizi juga harus menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.
Anak-anak dan orang tua perlu memahami kebutuhan nutrisi, termasuk manfaat mengonsumsi sayuran dan karbohidrat dalam pola makan sehari-hari.
“Gizi ini harus dijadikan bahan edukasi,” kata Sudaryono, dikutip dari akun Instagram @sudaru_sudaryono, Senin (26/10/2026).
Ia menilai masih banyak orang tua yang belum mendapatkan pemahaman memadai mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak.
Karena itu, kader PKK dan Posyandu diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Jarang sekali anak-anak itu kemudian dapat edukasi gizi. Pentingnya karbohidrat, kenapa mesti makan sayur, tidak banyak saya kira orang tua yang bisa menjelaskan,” ujarnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...