Kemarau Panjang Bikin Petani Cabai Boncos! Varietas Ini Diklaim Tahan 3 Penyakit Mematikan

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

PT East West Seed Indonesia (EWINDO) memperkenalkan Laba TAVI F1, varietas cabai keriting hibrida yang diklaim memiliki ketahanan terhadap tiga kelompok penyakit, yakni layu bakteri (Ralstonia solanacearum), busuk batang atau akar akibat Phytophthora capsici, serta infeksi virus kompleks.

Ketahanan terhadap penyakit menjadi salah satu nilai jual varietas tersebut.

Perusahaan menawarkan benih ini sebagai pilihan bagi petani yang ingin menjaga kondisi tanaman dan mengurangi risiko kehilangan hasil akibat serangan penyakit.

Dari sisi produktivitas, Laba TAVI F1 disebut memiliki potensi hasil mencapai 18–23 ton per hektare, dengan bobot rata-rata buah sekitar 8 gram.

Potensi tersebut menjadi daya tarik komersial bagi petani yang mempertimbangkan produktivitas lahan ketika menentukan benih untuk musim tanam berikutnya.

Namun, potensi hasil tidak otomatis menjamin keuntungan.

Pendapatan petani tetap dipengaruhi harga jual cabai, biaya produksi, ketersediaan air, kondisi tanah, dan keberhasilan pemeliharaan tanaman.

Harga benih serta perbandingan biaya dengan varietas lain juga menjadi faktor penting untuk menghitung kelayakan usaha tani.

General Manager Commercial EWINDO, Budi Hariyono, mengatakan pengembangan varietas tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan inovasi benih untuk menjawab tantangan yang dihadapi petani di tengah perubahan iklim.

“Varietas Laba TAVI F1 ini merupakan hasil dari proses riset mendalam yang kami dedikasikan sebagai solusi nyata bagi para petani dalam menghadapi tantangan musim kemarau panjang seperti yang terjadi saat ini. Kami memahami betul bahwa iklim ekstrem dan serangan penyakit menjadi ancaman terbesar bagi pendapatan petani,” ujar Budi.

Ia mengatakan benih yang memiliki ketahanan terhadap penyakit dan mampu beradaptasi dengan kondisi budidaya diharapkan membantu petani menjaga produktivitas sekaligus mengurangi biaya yang muncul akibat kerusakan tanaman.

Dari perspektif bisnis, inovasi varietas juga menjadi bagian dari persaingan industri benih.

Produsen tidak hanya menawarkan benih untuk menghasilkan tanaman, tetapi juga berupaya menghadirkan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan petani, mulai dari ketahanan penyakit hingga potensi hasil panen.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU