“Kok Onyo jadi gitu ya? Padahal dulu waktu dia dibully karena dianggap terlalu dekat dengan ibu angkatnya, justru Sarwendah kan yang membela dia,” tulis seorang netizen.
Sementara itu, konflik Ruben dan Sarwendah kembali mencuat setelah keduanya saling mengunggah rekaman serta memberikan pernyataan melalui media sosial.
Sebelumnya, Ruben membagikan rekaman CCTV yang memperlihatkan asisten Sarwendah mengambil sebuah amplop putih dari tas merah yang berada di atas sofa. Ruben kemudian mengaitkan amplop tersebut dengan dugaan pembayaran kepada seorang kreator konten bernama Artos.
Ruben menduga uang sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta tersebut berkaitan dengan upaya untuk menjatuhkan dirinya. Namun, dugaan tersebut merupakan pernyataan Ruben dan belum terbukti sebagai fakta.
Sarwendah kemudian memberikan versi berbeda mengenai pertemuannya dengan Artos. Ia menyebut pria tersebut memiliki bukti yang menurutnya dapat digunakan untuk menghadapi persoalan hukum, termasuk perkara hak asuh anak.
Setelah pembahasan tersebut, Sarwendah menyatakan bahwa rekaman video call Ruben dengan seorang pria tidak dapat digunakan sebagai bukti dalam persidangan. Ia kemudian memilih membagikan rekaman tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
“Karena bukti (video) seperti itu, saya sudah punya bahkan saat kami masih menikah,” ujar Sarwendah.
Rekaman tersebut kemudian menjadi perhatian setelah terdengar ucapan Ruben mengenai sosok “penjaga hati”.
“Eh, kamu temenin aku aja kalau nggak, mau nggak? Jadi penjaga hati mau nggak? Jadi penjaga hati ajalah,” demikian ucapan Ruben dalam rekaman yang dibagikan Sarwendah.
Di tengah saling buka suara tersebut, Betrand kini ikut menjadi sorotan. Unggahannya mendapat dukungan dari sebagian warganet, tetapi sebagian lainnya justru meminta dirinya tidak semakin terseret dalam konflik kedua orangtuanya yang masih berlangsung di ruang publik.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...