Luhut Dorong Hilirisasi Rumput Laut Dipercepat: Jangan Lagi Cuma Jual Bahan Mentah

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong Indonesia mempercepat hilirisasi rumput laut agar komoditas kelautan tersebut tidak terus dijual dalam bentuk bahan mentah.

Menurut Luhut, kekayaan sumber daya kelautan Indonesia seharusnya diikuti dengan pengembangan teknologi dan industri pengolahan yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.

“Kami ingin melihat hilirisasi rumput laut ini dilakukan dalam waktu dekat, tidak terlalu lama lagi,” kata Luhut dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Senin (5/10/2026).

Luhut menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri rumput laut. Selain sumber daya yang melimpah, pengalaman pemerintah dalam mendorong hilirisasi nikel dinilai dapat menjadi pelajaran penting dalam membangun ekosistem industri berbasis sumber daya alam lainnya.

Menurut dia, pengembangan hilirisasi membutuhkan dukungan investasi sekaligus teknologi. Dua aspek tersebut menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya memiliki fasilitas produksi, tetapi juga mampu menguasai proses pengolahan hingga menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pengalaman hilirisasi nikel, kata Luhut, menunjukkan pentingnya membangun ekosistem industri yang didukung investasi dan transfer teknologi. Pola tersebut dinilai dapat diterapkan dalam pengembangan industri rumput laut.

Dalam konteks itu, Luhut melihat kerja sama Indonesia dengan China memiliki peran penting. Investasi dan dukungan teknologi dari China disebut telah berkontribusi terhadap perkembangan sejumlah sektor industri strategis di Indonesia.

Nilai investasi China di Indonesia selama sekitar satu dekade terakhir disebut telah mencapai lebih dari USD70 miliar.

Meski investasi tersebut telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan industri dan pengolahan sumber daya, Luhut menilai kemitraan ekonomi kedua negara perlu diarahkan ke tahap yang lebih tinggi.

Kerja sama Indonesia-China, menurutnya, tidak seharusnya berhenti pada pembangunan pabrik dan fasilitas produksi. Kolaborasi perlu diperluas ke bidang penelitian, pengembangan teknologi, inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami ingin bergerak dari kemampuan industri dan transfer teknologi menuju inovasi bersama, serta dari infrastruktur fisik menuju pengembangan manusia dan pengetahuan,” katanya.

Dorongan tersebut menjadi penting bagi pengembangan industri rumput laut karena hilirisasi tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas pengolahan. Indonesia juga perlu memiliki kemampuan riset untuk menemukan pemanfaatan baru dari komoditas tersebut serta menghasilkan produk yang lebih kompetitif.

Dalam forum tersebut, Luhut juga mengajak Universitas Tsinghua dan mitra China untuk membangun laboratorium bersama, menjalankan program penelitian, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU