HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pasukan Jepang tiba di Kalimantan untuk membantu memadamkan karhutla. Namun, prosesi penyambutan meriah justru menuai kritik tajam dari netizen.
Kedatangan pasukan Jepang ke Kalimantan Barat untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru menjadi sorotan di media sosial.
Bukan karena kemampuan pasukan tersebut, melainkan prosesi penyambutan yang dinilai sebagian netizen terlalu meriah.
Pasukan Bela Diri Jepang atau Japan Self-Defense Forces (JSDF) tiba di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Kamis, 10 September 2026.
Mereka datang membawa dukungan untuk membantu penanganan karhutla yang masih menjadi persoalan di wilayah tersebut.
Namun, momen kedatangan itu kemudian viral setelah video prosesi penyambutan beredar di media sosial X.
Dalam video yang diunggah akun X @NenkMonica pada Sabtu (12/9), kedatangan pasukan Jepang terlihat disambut dengan marching band militer.
Sejumlah petinggi pasukan Jepang juga disebut menerima selendang tenun khas Kalimantan sebagai bagian dari prosesi penyambutan.
Kedatangan sekitar 180 personel militer Jepang beserta armada pemadam tersebut sejatinya merupakan bentuk dukungan internasional dalam penanganan karhutla.
Namun, suasana penyambutan justru memunculkan perdebatan di media sosial.
Sejumlah netizen menilai seremoni tersebut tidak seharusnya menjadi prioritas ketika pasukan bantuan datang untuk menjalankan misi pemadaman kebakaran.
Kritik bahkan tidak hanya datang dari pengguna media sosial Indonesia.
Sebuah unggahan yang disebut berasal dari warga Jepang turut menjadi perhatian setelah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh akun X @ushinai_p.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...