KEEROM — Kondisi pendidikan yang memprihatinkan ditemukan Bupati Keerom Piter Gusbager saat mengunjungi Kampung Kiambra, Distrik Kaisenar, Kabupaten Keerom, Papua.
Dalam kunjungan ke wilayah yang berada di bagian terjauh dan terdalam Kabupaten Keerom tersebut, Selasa (8/9/2026), Piter mendapati sejumlah anak mengikuti kegiatan belajar tanpa seragam dan alas kaki. Keterbatasan meja dan kursi juga membuat sebagian siswa terpaksa belajar dengan duduk di lantai.
Kondisi tersebut ditemukan saat Piter meninjau Sekolah YPK Kiambra. Ia mengaku prihatin dengan keterbatasan tenaga pengajar maupun sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia.
“Saya melihat situasi sekolah dan guru sangat menyedihkan, kondisi seperti ini tidak bisa kita biarkan. Ketersediaan guru dan sarana pendidikan harus segera kita siapkan,” tegas Piter.
Kampung Kiambra memang bukan wilayah yang mudah dijangkau. Untuk sampai ke lokasi, Piter bersama rombongan harus menempuh perjalanan sekitar 13 jam dari Arso hingga bermalam di pinggir Sungai Nawa pada Senin (7/9/2026).
Perjalanan kembali dilanjutkan pada Selasa sekitar pukul 06.00 WIT. Rombongan harus mengarungi derasnya arus Sungai Sofker selama kurang lebih lima jam dari Muara Nawa sebelum tiba di Kampung Kiambra sekitar pukul 11.00 WIT.
Kampung tersebut berada di pinggiran Sungai Sofker dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, serta Kabupaten Jayapura, Papua.
Karena belum tersedia infrastruktur jalan antarkampung, akses utama menuju Kiambra masih mengandalkan kapal kecil bermotor Johnson.
Pemkab Keerom Siapkan Guru hingga Starlink
Menindaklanjuti kondisi yang ditemukan di lapangan, Pemkab Keerom berencana segera mengirim tenaga guru ke Kampung Kiambra.
Pemerintah daerah juga akan memberikan dukungan berupa solar cell, perangkat Starlink, meja dan kursi, seragam sekolah serta berbagai kebutuhan pendidikan lainnya.
Mulai 2027, Pemkab Keerom merencanakan pembangunan sekolah negeri yang lebih layak sekaligus fasilitas rumah bagi para guru. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan tenaga pendidik di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Tak hanya sektor pendidikan, Piter juga menyoroti kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kiambra.
Pemkab Keerom akan menyiapkan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan rumah bagi tenaga kesehatan. Bantuan rumah layak huni serta fasilitas pendukung lainnya juga direncanakan untuk masyarakat.
Persoalan tenaga pendidik menjadi salah satu tantangan terbesar yang ditemukan di kampung tersebut. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, selama ini tidak terdapat guru PNS maupun guru kontrak yang bertugas secara tetap.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...