JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan mengungkapkan kecurigaannya terhadap kemungkinan adanya pihak asing yang mengorkestrasi sejumlah gejolak hingga bencana alam yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Ulta saat berbicara dalam podcast Bukang Kaleng Kaleng. Ia mengaku menemukan sejumlah pola yang menurutnya menimbulkan pertanyaan, terutama ketika konflik atau gesekan politik suatu negara dengan Amerika Serikat kemudian diikuti dengan bencana alam.
Ulta mencontohkan pengalamannya ketika berada di Turki dan China. Ia menyebut kedua negara tersebut sempat mengalami gesekan dengan Amerika Serikat sebelum kemudian terjadi gempa.
“Terus juga, gua juga pasti dibilang gila nih, tapi dulu pernah di Turki sama di Cina itu mereka lagi ada semacam gesekan sama Amerika, terus beberapa hari kemudian gempa di China sama di Turki,” ujar Ulta dalam podcast yang tayang pada hari Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, pola tersebut kemudian coba dibicarakan dengan sejumlah rekannya. Ia mengaku mempertanyakan apakah rangkaian peristiwa tersebut hanya kebetulan atau terdapat faktor lain di baliknya.
“Kalau ditelusuri lagi itu ada. Gua sempat ngobrol sama temen gua tuh ini tuh kayak ini ya kok bisa kayak begini ya,” katanya.
Ulta kemudian mengaitkan kecurigaannya dengan sejumlah dinamika yang terjadi di Indonesia. Ia menyebut Aceh dan Papua sempat mengalami gejolak, disusul dengan munculnya pembicaraan mengenai Kalimantan.
“Terus ke Aceh dan Papua juga bergejolak. Habis itu Kalimantan juga ngomong kayak gitu kan,” tuturnya.
Kecurigaan Ulta semakin menguat setelah dirinya mengaku menonton sebuah film sekitar sepekan sebelum podcast tersebut. Menurut dia, film itu merangkum berbagai peristiwa yang dianggap memiliki pola serupa.
“Terus yang lebih aneh lagi seminggu yang lalu itu gua ngelihat sebuah film gitu kan, filmnya ini merangkum semua hal-hal keanehan itu,” ucapnya.
Dari rangkaian yang ia lihat tersebut, Ulta mengaku memiliki keyakinan yang cukup besar bahwa terdapat kemungkinan adanya orkestrasi tertentu di balik berbagai peristiwa yang terjadi.
“Sehingga gua agak mungkin sekitar 73,5% gua kayak wah ini masih ada yang orkestrasi gitu, kemudian ada demonstrasi,” kata Ulta.
Meski demikian, Ulta dalam pernyataannya tidak menyertakan bukti atau hasil investigasi yang membuktikan bahwa gempa maupun bencana alam di China, Turki, atau Indonesia merupakan hasil rekayasa pihak asing.




