Camat, kapolsek, danramil serta petugas Dokkes Polres Rembang mendatangi Puskesmas Lasem. Dinas Kesehatan juga turun tangan untuk melakukan penelusuran.
Dalam informasi awal, sejumlah siswa mengeluhkan potongan buah semangka dalam menu MBG yang disebut terasa kecut.
Meski begitu, rasa kecut pada semangka tersebut belum bisa dipastikan berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.
Kepala Puskesmas Lasem juga menegaskan pihaknya masih mendalami penyebab diare yang dialami warga SMA Negeri 1 Lasem.
“Kami masih mendalami terkait penyebab diare,” kata Joko.
Artinya, dugaan keracunan akibat MBG masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan dan penelusuran oleh pihak terkait.
Di tengah penanganan para siswa dan guru, Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Ia memastikan pihak SPPG bertanggung jawab terhadap penanganan warga sekolah yang mengalami gangguan kesehatan.
Achmad juga menyatakan seluruh biaya pengobatan korban yang mendapatkan perawatan akan ditanggung pihaknya.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban,” ujar Achmad.
Menurut dia, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung. SPPG Soditan Lasem juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur.
Evaluasi itu mencakup pemilihan bahan baku, proses pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah penerima MBG.
“Ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi total. Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP) agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan,” pungkasnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...