Sementara itu, tiga siswa masih menjalani perawatan dan pemantauan untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
“Yang tinggal tiga siswa. Kita anggap belum sembuh total, sehingga masih kita pantau supaya tidak terjadi dehidrasi,” ujar Joko, dikutip dari Harian Muria.
Dugaan gangguan kesehatan tersebut muncul setelah para siswa mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9/2026).
Makanan yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam bakar, lalapan, tempe mendoan, sambal teri dan potongan buah semangka.
Paket makanan itu dikirim dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Kecamatan Lasem.
Para siswa diketahui menyantap makanan tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.
Beberapa jam kemudian, keluhan mulai bermunculan.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual, muntah dan diare sejak Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB setelah mereka pulang ke rumah.
Sebagian siswa awalnya mengira keluhan tersebut hanya diare biasa.
Mereka pun tetap berangkat ke sekolah pada Kamis pagi.
Namun, situasi berubah ketika banyak siswa ternyata mengalami gejala serupa.
Toilet sekolah kemudian dipadati siswa yang mengalami diare.
Kejadian tersebut akhirnya mendapat perhatian sejumlah pihak.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...