Prabowo Ungkap Investasi Paling Bernilai: Masa Depan Anak

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah membangun 93 Sekolah Rakyat permanen dalam waktu kurang dari satu tahun. Jika digabung dengan sekolah rintisan yang masih berjalan, jumlah Sekolah Rakyat yang kini beroperasi mencapai 182 titik.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu.

“Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak,” kata Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Prabowo, jumlah Sekolah Rakyat tersebut masih akan terus bertambah. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota setidaknya memiliki satu Sekolah Rakyat.

Prabowo menyebut Sekolah Rakyat sebagai salah satu harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan kembali kesempatan belajar dan mengejar masa depan yang lebih baik.

Sekolah Rakyat menggunakan konsep boarding school atau sekolah berasrama. Fasilitas yang disiapkan mencakup tempat tinggal, tempat ibadah, sarana olahraga, ekosistem digital, makanan bergizi, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Program tersebut tidak hanya menyasar pendidikan anak. Pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan bagi orang tua siswa.

Tujuannya, kata Prabowo, untuk membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas.

“Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi,” ujarnya.

Siswa Sekolah Rakyat Mulai Ukir Prestasi

Dalam pidatonya di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD, Prabowo juga menyoroti sejumlah prestasi siswa Sekolah Rakyat.

Salah satunya datang dari tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar yang berhasil memenangkan Olimpiade Nasional Indonesia ke-15.

Ada pula Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Polewali Mandar yang mencatat sejarah sebagai siswa Sekolah Rakyat pertama yang lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk Upacara HUT ke-81 RI.

“Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dua siswa Sekolah Rakyat turut hadir di hadapan Presiden. Mereka adalah Muhammad Rizki Pratama dari Medan dan Citra Nur Ramadhani dari Pangkep.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.
[holopis_classified_ads]

BACA LAINNYA