JAKARTA, HOLOPIS.COM – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga momentum 21 tahun perdamaian Aceh agar tetap berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat persatuan.
Menurut Iwan, perdamaian yang terbangun di Aceh merupakan hasil perjalanan panjang yang tidak boleh dipertaruhkan oleh kepentingan sesaat. Karena itu, peringatan momentum tersebut harus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, bukan justru membuka kembali potensi konflik di tengah masyarakat.
“Jangan mau dipecah belah dan jangan mau dimanfaatkan oleh oknum atau pihak tertentu yang ingin Indonesia disintegrasi dan rusuh. Perdamaian Aceh harus kita jaga bersama,” ujar Iwan Setiawan dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Minggu (16/8/2026).
Ia menilai perbedaan pendapat maupun aspirasi di tengah masyarakat merupakan sesuatu yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, setiap persoalan harus ditempatkan dalam koridor dialog dan diselesaikan melalui mekanisme konstitusional.
Iwan juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun narasi yang berpotensi mengganggu stabilitas Aceh. Menurutnya, perdamaian merupakan modal penting untuk memastikan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus berjalan.
Momentum Perdamaian Berdekatan dengan HUT RI
Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh juga berlangsung berdekatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Iwan menilai kedua momentum tersebut seharusnya menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan sekaligus mengarahkan energi masyarakat untuk kegiatan yang produktif.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang produktif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Jangan sampai energi bangsa habis untuk konflik dan kerusuhan,” tegasnya.
Karena itu, Iwan mendorong pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh komponen masyarakat Aceh mengambil peran aktif dalam menjaga suasana damai.
Menurutnya, kedamaian yang telah terbangun harus diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai modal untuk membangun Aceh yang lebih maju.
“Mari rawat perdamaian Aceh, jaga persatuan Indonesia, dan pastikan momentum bersejarah ini menjadi energi untuk membangun Aceh yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Iwan.


