Dalam pertemuan tersebut, TMMIN turut menyampaikan sejumlah masukan mengenai prospek ekspor otomotif Indonesia.
Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto yang memimpin delegasi perusahaan menyebut kawasan Amerika Latin sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Kawasan tersebut dinilai menawarkan peluang bagi produk otomotif Indonesia untuk meningkatkan penetrasi pasar.
Namun, terdapat tantangan yang perlu diatasi, terutama terkait akses ke pasar Meksiko.
Indonesia hingga kini belum memiliki perjanjian perdagangan dengan Meksiko.
Kondisi tersebut membuat akses produk Indonesia ke pasar tersebut belum seoptimal negara yang telah memiliki kesepakatan dagang.
TMMIN sendiri menyatakan siap terus memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia untuk memperkuat ekspor.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Toyota mempertahankan Indonesia sebagai salah satu supply hub untuk melayani berbagai pasar internasional.
Perusahaan juga terus menjajaki peluang pasar ekspor baru.
Budi tidak hanya mendorong TMMIN mencari pasar baru.
Ia juga meminta industri otomotif mengoptimalkan negara-negara yang sudah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia.
Salah satu yang disoroti adalah Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA).
Perjanjian tersebut telah diimplementasikan sehingga dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi produk otomotif Indonesia ke pasar Peru.



