Harga Pakan Rp21 Ribu Bikin Peternak Tekor, Mentan Amran Siapkan Pakan Subsidi

0 Shares

MBG agar menyerap telur ayam. Kami sudah tertulis resmi dan telepon langsung Kepala MBG, sudah setuju,” ungkap Amran.

Selain telur, daging ayam juga disebut akan masuk dalam skema penyerapan tersebut.

Langkah ini dinilai penting karena peternak bukan hanya membutuhkan pakan murah, tetapi juga kepastian pasar untuk menjual hasil produksinya.

Sebelumnya, peternak yang tergabung dalam Aksi Damai Peternak Rakyat Sulawesi menggelar aksi untuk menyampaikan keluhan mereka.

Ayam dan telur dibagikan gratis kepada masyarakat serta pengendara yang melintas.

Penanggung jawab aksi, Basuki Suyuti, mengatakan persoalan tersebut sudah dirasakan peternak sekitar empat bulan.

- Advertisement -

Tekanan biaya bahkan membuat sebagian peternak kesulitan mempertahankan produksi.

“Peternak terpaksa membagikan ayam secara gratis kepada masyarakat karena sudah tidak mampu lagi membiayai pakan ayam,” kata Basuki, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Basuki, harga pakan di tingkat lapangan berada pada kisaran Rp20.000-Rp21.000 per kilogram.

Biaya tersebut kemudian berimbas langsung terhadap pengeluaran peternak.

Kerugian disebut mencapai sekitar Rp3.000-Rp4.000 per rak telur setiap hari.

Dalam kondisi tertentu, biaya operasional peternak bahkan dapat menyentuh Rp38.000-Rp40.000 per rak.

Basuki menyebut angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan target awal Rp24.000 dan berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang disebut sebesar Rp26.500 per kilogram.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU