Persoalan yang menghantam peternak ayam rakyat kini menjadi semakin kompleks.
Harga pakan tinggi membuat biaya produksi membengkak.
Di sisi lain, peternak tetap membutuhkan harga jual telur yang mampu menutup biaya produksi sekaligus memberikan margin usaha.
Tanpa dua hal tersebut, subsidi pakan saja belum tentu menyelesaikan seluruh persoalan.
Karena itu, pemerintah kini mencoba menekan masalah dari dua sisi.
Pakan SPHP akan disalurkan hingga Desember 2026 untuk membantu menekan biaya produksi.
Sementara penyerapan ayam dan telur melalui program MBG diharapkan menciptakan pasar yang lebih pasti.
Bagi peternak, realisasi kebijakan tersebut akan menjadi penentu.
Sebab, selama harga pakan masih tinggi dan hasil produksi sulit dijual dengan harga yang layak, kerugian akan terus membebani usaha mereka.
Kini peternak menunggu apakah kebijakan pakan subsidi benar-benar bisa dirasakan di tingkat kandang dan apakah penyerapan ayam serta telur melalui MBG mampu berjalan konsisten.
Jika keduanya terealisasi, setidaknya ada peluang bagi peternak rakyat untuk kembali bernapas setelah berbulan-bulan menghadapi tekanan biaya produksi.



