Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap tekanan biaya produksi peternak bisa dikurangi.
Namun persoalan yang dihadapi peternak tidak berhenti pada harga pakan.
Amran juga menyinggung persoalan harga DOC, pakan, hingga posisi peternak kecil dalam rantai industri perunggasan.
Amran menegaskan pemerintah tidak ingin peternak rakyat berada dalam posisi yang terus dirugikan.
Dia bahkan menyatakan akan mengundang perwakilan peternak ayam petelur untuk duduk bersama membahas persoalan tersebut.
Menurut Amran, pemerintah harus hadir ketika peternak kecil menghadapi tekanan dari pelaku usaha yang lebih besar.
“Tidak boleh biarkan peternak kecil dipermainkan oleh perusahaan besar. Pasti kami gilas, enggak boleh,” tegasnya.
Kementerian Pertanian juga akan menggelar pembahasan lintas sektor.
Produsen pakan, sektor pertanian, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta satuan tugas terkait disebut akan dilibatkan.
Tujuannya untuk mencari solusi yang tidak hanya menyentuh persoalan pakan, tetapi juga rantai pasok dan penyerapan hasil produksi.
Pemerintah juga menyiapkan jalan keluar dari sisi pasar.
Amran menyebut telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar penyerapan ayam dan telur peternak diperkuat melalui program MBG.
Menurutnya, produk peternak rakyat nantinya dapat diserap melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).



