“Nggak tahu, saya. Mesti tanya ke pemerintah, ke jubir Istana,” kata Andreas.
Spekulasi mengenai reshuffle muncul bersamaan dengan pembahasan mengenai tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah yang dalam sejumlah survei disebut mengalami perubahan.
Kondisi tersebut kemudian ikut memunculkan kembali wacana evaluasi terhadap kinerja kabinet.
Andreas mengatakan pemerintah tentu memiliki parameter sendiri dalam menilai kinerja para menterinya.
“Dari hasil-hasil survei ini, apa respons pemerintah? Pemerintahnya merasa jelek tidak. Mungkin hasil survei tidak seperti yang dilihat pemerintah. Mungkin pemerintah punya hasil survei sendiri,” ujarnya.
Jika nantinya pergantian Menteri Perhubungan benar dilakukan, munculnya nama Glenny Kairupan menjadi salah satu spekulasi yang menarik perhatian.
Selain memiliki pengalaman di industri penerbangan melalui kepemimpinannya di Garuda Indonesia, Glenny juga mempunyai latar belakang militer dan pernah menjadi rekan satu angkatan Prabowo.
Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai siapa yang akan masuk atau keluar dari Kabinet Merah Putih setelah 17 Agustus 2026.
Keputusan akhir mengenai reshuffle, termasuk kemungkinan pergantian Menteri Perhubungan, tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.



