Namun jumlah pastinya hingga kini masih menunggu pendataan dari pihak berwenang.
“Saya dapat informasi sekitar 40 ekor kuda ada di atas kapal, tapi saya tidak yakin, bisa jadi lebih,” ujarnya.
Bagi Azis, Raja Permata bukan sekadar aset bernilai ratusan juta rupiah.
Kuda itu merupakan kebanggaan yang dibangun melalui latihan panjang dan sederet kemenangan.
Raja Permata pernah keluar sebagai Juara I Pacuan Kuda Bupati Kebumen Cup 2026.
Tak hanya itu, kuda tersebut juga finis di posisi ketiga pada Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Paku Alam 2026 di Bantul.
Prestasi itulah yang membuat banyak pihak kepincut.
Bahkan, Raja Permata sempat ditawar hingga Rp300 juta.
Namun Azis menolak melepas kuda kesayangannya.
“Sempat ada yang tawar Rp300 juta, tapi saya tidak jual. Saya memang mau pelihara untuk pengembangan karena cuma punya dua kuda pacu seperti itu,” ungkapnya.
Ironisnya, kini salah satu kuda terbaik miliknya justru diduga menjadi korban dalam kebakaran kapal.
“Kalau benar terbakar, berarti sekarang tinggal satu lagi kuda pacu saya,” katanya dengan nada sedih.
Di balik kabar duka tersebut, masih ada secercah kabar baik.


