Namun, respons publik ternyata jauh dari yang diperkirakan.
Alih-alih fokus pada pesan yang ingin disampaikan, banyak warganet justru menyoroti ekspresi emosional Jumhur saat menyampaikan pidatonya.
Salah satu akun X, @Uniliswara0, mengunggah ulang video tersebut dengan narasi, “Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menangis sesenggukan membela MBG.” Unggahan itu kemudian dibanjiri berbagai komentar.
Beberapa komentar mempertanyakan pelaksanaan program MBG di lapangan, sementara lainnya mengkritik cara penyampaian Jumhur yang dinilai terlalu emosional.
“SPPG ada berapa?” tulis salah seorang pengguna X.
Komentar lain berbunyi, “Heran sih, kenapa pakai acara termehek-mehek.”
Ada pula komentar yang ramai dikutip karena kalimatnya yang singkat namun mengundang perhatian.
“Punya dapur kah?” tulis seorang pengguna media sosial.
Selain itu, sejumlah komentar lain juga mempertanyakan efektivitas implementasi program MBG.
Meski demikian, komentar-komentar tersebut merupakan opini pribadi pengguna media sosial dan belum tentu mencerminkan kondisi pelaksanaan program secara keseluruhan.
Viralnya video tersebut kembali menunjukkan bagaimana sebuah potongan pidato dapat memicu perdebatan luas di ruang digital.
Tidak sedikit warganet yang menilai fokus pembahasan akhirnya bergeser dari substansi program menjadi ekspresi emosional pejabat yang menyampaikannya.
Di sisi lain, ada pula pengguna media sosial yang mengingatkan agar publik tidak hanya melihat potongan video berdurasi singkat, melainkan juga memahami konteks lengkap pidato yang disampaikan dalam forum tersebut.


