JAKARTA – Calon Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Ahmad Chalil Gibran, mengajak SEMMI mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai program pembangunan nasional.
Menurutnya, organisasi mahasiswa yang lahir dari rahim Syarikat Islam itu perlu berkontribusi melalui kajian ilmiah dan pengawasan berbasis data, bukan sekadar menjadi pendukung maupun oposisi.
Dalam tulisan bertajuk “Zelfbestuur dan Negara Kesejahteraan: Dari Program Sosial Menuju Gagasan Besar Indonesia”, Chalil menilai berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencerminkan semangat negara kesejahteraan, ekonomi kerakyatan, dan kemandirian nasional yang sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Syarikat Islam.
Ia menyebut program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bentuk investasi sosial yang memperkuat kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Program sosial pemerintahan Prabowo-Gibran dapat dibaca sebagai bentuk kontemporer dari negara kesejahteraan, ekonomi kerakyatan, dan kemandirian strategis. SEMMI perlu hadir sebagai mitra gagasan yang mendukung, mengawal, dan memperkuat implementasinya berbasis bukti,” kata Chalil dalam tulisan yang diterima Holopis.com, Jumat (3/7/2026).
Menurut Chalil, arah kebijakan tersebut tidak mengubah Indonesia menjadi negara sosialis. Namun, ia menilai terdapat karakter sosial-demokratik melalui intervensi negara dalam penyediaan layanan dasar, redistribusi kesempatan, investasi sosial, serta penguatan ekonomi kolektif.
Ia juga mengaitkan konsep zelfbestuur atau pemerintahan sendiri yang diperjuangkan Syarikat Islam pada masa kolonial dengan agenda kemandirian strategis Indonesia saat ini, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air.
Dalam pandangannya, konsep tersebut tidak hanya bermakna kedaulatan negara menentukan arah pembangunan, tetapi juga kemampuan masyarakat mengelola sumber daya dan membangun ketahanan ekonomi secara mandiri melalui koperasi dan ekonomi kolektif.
Selain mengapresiasi berbagai program sosial pemerintah, Chalil menilai masih terdapat pekerjaan rumah dalam memperkuat posisi kelas menengah Indonesia. Menurutnya, kelompok ini belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan meski memiliki peran besar sebagai penopang konsumsi nasional dan pertumbuhan ekonomi.


