Vinted Mendadak Heboh, Boneka Dijual Rp611 Juta dengan Deskripsi Umur hingga Berat Badan, Benarkah Human Trafficking?

0 Shares

JAKARTA, Holopis.comVinted mendadak viral setelah boneka dijual Rp611 juta dengan deskripsi umur dan berat badan. Benarkah terkait dugaan human trafficking?.

Platform jual beli barang bekas asal Eropa, Vinted, mendadak menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan daftar penjualan boneka dengan deskripsi yang dianggap tidak lazim.

Beberapa iklan mencantumkan informasi berupa umur, tinggi badan, hingga berat badan, sehingga memicu dugaan bahwa platform tersebut disalahgunakan sebagai sarana perdagangan manusia atau human trafficking.

Perbincangan bermula ketika warganet menemukan sebuah iklan yang menampilkan foto boneka dengan harga mencapai 30.000 euro atau sekitar Rp611 juta.

Nilai tersebut dinilai tidak masuk akal untuk sebuah boneka biasa, terlebih deskripsi produk menyebutkan karakteristik yang menyerupai identitas seorang anak.

Unggahan lain juga memperlihatkan boneka berbentuk kelinci yang dijual lebih dari 1.000 euro.

- Advertisement -

Dalam kolom keterangannya tertulis informasi seperti usia tiga tahun, jenis kelamin perempuan, tinggi 91 sentimeter, berat 13 kilogram, hingga frasa “gadis patuh”.

Deskripsi semacam itu kemudian memicu spekulasi di media sosial bahwa iklan tersebut menggunakan kode tertentu.

Isu tersebut semakin ramai setelah akun Threads @retorische membagikan tangkapan layar sejumlah iklan yang dinilai mencurigakan.

“Cek situs ini, kok jualan boneka pakai umur? Pas cek ukurannya, mereka human trafficker/perdagangan manusia,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu segera viral dan memancing berbagai tanggapan dari pengguna media sosial.

Sebagian mengaku pernah menggunakan Vinted untuk berbelanja barang bekas dan menyebut adanya fitur yang memang meminta informasi tertentu terkait produk anak.

Ada pula pengguna yang menjelaskan bahwa kolom usia sebenarnya digunakan untuk menunjukkan umur atau lama pemakaian barang, bukan usia manusia.

Namun, mereka mengakui sejumlah deskripsi yang menggunakan istilah seperti “well behaved” atau “penurut” terasa janggal jika digunakan untuk menjual boneka.

Meski demikian, hingga kini belum ada bukti yang dapat memastikan bahwa iklan-iklan tersebut benar-benar berkaitan dengan praktik perdagangan manusia.

Dugaan tersebut masih sebatas pembahasan dan spekulasi yang berkembang di media sosial.

Vinted sendiri merupakan marketplace daring yang berfokus pada jual beli barang bekas, terutama pakaian, aksesori, sepatu, hingga perlengkapan rumah tangga.

Platform ini memiliki jutaan pengguna di lebih dari 20 negara di Eropa serta Amerika Utara.

Pengguna dapat mengakses layanan melalui situs web maupun aplikasi seluler.

Untuk mulai menggunakan Vinted, calon pengguna harus membuat akun menggunakan alamat email atau masuk melalui akun Google, Apple, maupun Facebook.

Popularitas Vinted selama ini didukung oleh banyaknya barang preloved dengan harga terjangkau serta koleksi unik yang kerap diburu para kolektor.

Ramainya dugaan penyalahgunaan platform ini pun menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang beredar di media sosial tanpa adanya konfirmasi dari pihak berwenang.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan praktik perdagangan manusia yang telah terbukti.

Pengguna internet juga diimbau untuk melaporkan iklan atau aktivitas yang dianggap mencurigakan kepada pengelola platform maupun aparat berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU