Teras Aksara Bekasi: Ruang Belajar Gratis yang Konsisten Tolak Komersialisasi Pendidikan

0 Shares

HOLOPIS.COM, BEKASI Sebuah ruang belajar gratis di sudut Bekasi bernama Teras Aksara, yang konsisten mengusung manifesto “Education Not for Sale” sejak tahun 2003, mendadak menjadi sorotan nasional setelah puluhan tahun bergerak dalam senyap.

Komunitas literasi mandiri ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan dana bukanlah penghalang untuk melahirkan generasi muda yang kreatif, cerdas, dan memiliki mimpi besar.

Eksistensi luar biasa Teras Aksara tersebut akhirnya menarik perhatian Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, yang datang berkunjung langsung pada Jumat sore (19/6).

Kunjungan birokrat papan atas ini disambut hangat oleh anak-anak dengan pameran karya seni unik bertajuk Museum Mimpi Anak serta simulasi metode pembelajaran kreatif yang selama ini mereka terapkan.

“Kedatangan Ibu Wamen Ekraf ke Teras Aksara bukan lagi sekadar bentuk apresiasi, melainkan sebuah kehormatan yang luar biasa bagi kami,” ujar Pendiri Teras Aksara, Sri Suryandari, dengan nada haru.

Sri menegaskan bahwa selama dua dekade terakhir, seluruh pengurus Teras Aksara murni bergerak demi memberikan manfaat nyata bagi masa depan anak-anak tanpa mencari keuntungan materi pribadi.

- Advertisement -

Dalam kunjungan tersebut, suasana belajar di Teras Aksara semakin hidup berkat adanya kolaborasi permainan edukasi interaktif yang melibatkan seluruh siswa yang hadir.

Anak-anak diajak bermain board game lokal hasil kreasi anak bangsa yang dirancang khusus sebagai media pembelajaran alternatif yang menyenangkan namun sarat edukasi.

Aktivitas bermain sambil belajar ini diinisiasi bersama Asosiasi Pegiat Industri Boardgame Indonesia (APIBGI) untuk mengenalkan potensi industri kreatif dalam dunia pendidikan nonformal.

Wamen Ekraf Irene Umar menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam terhadap konsistensi Teras Aksara dalam merawat literasi anak-anak di akar rumput secara swadaya.

“Kementerian Ekraf sangat mengapresiasi inisiatif berbasis komunitas seperti Teras Aksara yang mampu menjadi wadah interaksi edukatif bagi generasi muda,” tutur Irene Umar di hadapan para siswa.

Irene menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas literasi, dan pelaku industri kreatif sangat krusial demi mempercepat pemerataan akses pendidikan nonformal yang berkualitas di Indonesia.

Kepada anak-anak Teras Aksara, ia juga berpesan agar mereka berani menguasai bahasa asing dan tidak membiarkan keterbatasan ekonomi memadamkan cita-cita setinggi langit.

“Ingatlah bahwa kesuksesan sejati bukan tentang seberapa banyak materi yang kita kejar, melainkan seberapa besar kebahagiaan yang kita ciptakan dan seberapa luas manfaat yang bisa kita bagikan,” tambah Irene memotivasi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU