Tiongkok Kepincut Salak Bali! Baru 3,5 Ton Dikirim, Target Bisnisnya Sudah Rp35 Miliar

0 Shares

HOLOPIS.COM, BANDUNG – Ekspor salak Indonesia ke Tiongkok kembali mencatat kemajuan. Sebanyak 3,5 ton salak Bali resmi dikirim sebagai realisasi kontrak dagang senilai USD 2 juta atau sekitar Rp35 miliar yang disepakati tahun ini.

Ekspor salak Indonesia ke pasar Tiongkok terus menunjukkan prospek cerah.

Sebanyak 3,5 ton salak produksi PT Bali Organik Subak (BOS) resmi diberangkatkan ke Tiongkok sebagai realisasi awal komitmen bisnis ekspor senilai USD 2 juta atau sekitar Rp35 miliar yang berhasil dicapai dalam Misi Dagang Indonesia ke Shanghai pada Mei 2026.

Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri di The Keranjang Bali, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (6/8).

Pengiriman perdana tersebut bernilai USD13 ribu atau setara Rp232,93 juta dan menjadi langkah awal dari kerja sama perdagangan yang ditargetkan berlangsung selama satu tahun.

Wamendag Roro mengatakan, keberhasilan ekspor ini menjadi bukti bahwa produk pertanian Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

- Advertisement -

Menurutnya, meningkatnya minat pasar Tiongkok terhadap salak Indonesia menunjukkan kualitas produk nasional semakin diakui sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas.

“Pelepasan ekspor 3,5 ton salak dari PT Bali Organik Subak ke Tiongkok merupakan bukti bahwa produk lokal Indonesia memiliki kualitas dan daya saing untuk menembus pasar internasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa setiap upaya promosi dan diplomasi perdagangan harus bermuara pada transaksi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan perekonomian nasional,” ujar Roro.

Ia menjelaskan, posisi Tiongkok sebagai tujuan ekspor salak Indonesia terus mengalami peningkatan.

Pada 2024, negara tersebut masih menempati peringkat ketiga pasar ekspor salak Indonesia.

Namun, pada 2025 Tiongkok berhasil naik menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor mencapai USD4,1 juta.

Menurut Roro, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa komoditas hortikultura Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

Pemerintah pun akan terus memperkuat diplomasi perdagangan dan memperluas akses pasar agar semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar internasional.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU