HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kawasan hijau Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta mendadak semarak dan dipenuhi aroma khas rempah-rempah yang menenangkan selama akhir pekan lalu.
Festival Jamu Nusantara yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026 sukses menyulap citra jamu dari sekadar minuman tradisional pahit menjadi simbol gaya hidup modern yang trendi.
Ratusan pengunjung dari berbagai kalangan memadati area festival untuk menikmati sajian jamu yang dipadukan secara unik dengan berbagai aktivitas kesehatan dan kebugaran (wellness).
Tidak hanya menyajikan minuman herba, festival ini juga memanjakan mata dan lidah pengunjung lewat stan kuliner Nusantara, pameran seni budaya, hingga peragaan busana berbasis wastra lokal.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang hadir langsung pada hari Minggu menyatakan kekagumannya terhadap inovasi kemasan festival yang sangat dekat dengan anak muda ini.
“Jamu bukan hanya produk. Jamu adalah identitas Indonesia,” ujar Irene saat memberikan sambutan hangat di tengah rimbunnya pepohonan Hutan Kota GBK pada Minggu (7/6).
Menurut Irene, pelestarian tradisi legendaris ini tidak akan berhasil jika hanya dijaga secara kaku tanpa melibatkan kreativitas yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ia juga menegaskan bahwa ramuan tradisional ini merupakan merek asli Indonesia yang menyimpan potensi ekonomi luar biasa besar di kancah industri kecantikan dan kesehatan global.
Keunikan festival ini semakin terasa berkat hadirnya parade interaktif seperti Karnaval Nusantara dan Estafet Permainan Nusantara yang melibatkan partisipasi aktif para pengunjung muda.
Melalui aktivitas fisik dan permainan tradisional tersebut, nilai-nilai luhur kebudayaan berhasil disampaikan dengan cara yang sangat menyenangkan serta jauh dari kesan membosankan.
Kementerian Ekonomi Kreatif menilai kolaborasi erat dalam festival ini menjadi bukti nyata bahwa fondasi budaya lokal mampu melahirkan nilai tambah ekonomi yang sangat tinggi bagi negara.
Inisiator acara sekaligus Founder Acaraki, Jony Yuwono, menjelaskan bahwa Festival Jamu Nusantara dirancang khusus sebagai ruang pembuktian bahwa tradisi luhur tidak harus punah ditelan modernisasi.
“Ketika tradisi bertemu kreativitas, kekayaan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu melahirkan peluang baru bagi generasi masa kini,” tutur Jony penuh optimistis.
Antusiasme tinggi yang ditunjukkan generasi muda di festival ini memberikan angin segar bagi masa depan jamu agar dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar budaya aslinya.
Gelaran kreatif ini akhirnya ditutup dengan pesan kuat bahwa jamu kini siap melangkah lebih jauh untuk menjadi kebanggaan yang dicintai masyarakat lokal sekaligus diakui di panggung dunia.


