Jangan Diabaikan! Ini Tanda Ginjal Anak Bermasalah Menurut Dokter

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gangguan ginjal pada anak sering kali tidak disadari sejak awal karena gejalanya kerap dianggap sebagai masalah kesehatan biasa. Padahal, deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi, dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro, mengingatkan orang tua untuk lebih peka terhadap sejumlah tanda yang dapat mengarah pada gangguan fungsi ginjal pada anak.

Menurut Henny, salah satu gejala yang paling sering menjadi petunjuk awal adalah pertumbuhan anak yang terhambat.

“Yang menjadi pencetus orang tua harus curiga anaknya sakit ginjal, yang pertama pertumbuhan terhambat,” kata Henny dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Dokter yang merupakan lulusan Program Spesialis Anak dan Subspesialis Nefrologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa gejala berikutnya adalah demam tinggi yang muncul berulang kali tanpa penyebab yang jelas.

Selain itu, orang tua juga disarankan memperhatikan kebiasaan buang air kecil anak. Pancaran urine yang lemah atau hanya menetes saat berkemih dapat menjadi sinyal adanya gangguan pada saluran kemih maupun ginjal.

- Advertisement -

Gejala lain yang perlu mendapat perhatian adalah pembengkakan, terutama di area sekitar mata.

“Kalau ada bengkak di area mata, itu juga harus dicurigai,” ujarnya.

Menurut Henny, keberadaan cairan yang menumpuk akibat fungsi ginjal yang tidak optimal dapat menyebabkan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, termasuk wajah dan area mata.

Tak hanya itu, perubahan warna urine menjadi kemerahan atau munculnya darah dalam urine juga tidak boleh dianggap sepele. Kondisi tersebut dapat menjadi petunjuk adanya kelainan pada saluran kemih maupun ginjal.

Sementara itu, urine yang tampak berbuih atau berbusa berlebihan juga perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda adanya kebocoran protein dari ginjal.

Gejala berikutnya yang sering luput dari perhatian adalah anemia yang tidak kunjung membaik meski sudah mendapatkan suplemen zat besi.

“Kemudian anemia berkepanjangan yang sudah dikasih zat besi kok tidak naik-naik hemoglobinnya, itu juga perlu dicurigai,” kata dia.

Henny menjelaskan ginjal memiliki peran penting dalam memproduksi hormon eritropoietin yang bertugas merangsang pembentukan sel darah merah. Jika fungsi ginjal terganggu, produksi hormon tersebut dapat menurun dan menyebabkan anemia yang sulit membaik.

Selain tujuh tanda tersebut, tekanan darah tinggi atau hipertensi pada anak juga menjadi indikator yang tidak boleh diabaikan.

Menurut Henny, hipertensi bukan hanya masalah kesehatan yang dialami orang dewasa. Anak-anak juga dapat mengalaminya dan kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila menemukan satu atau beberapa gejala tersebut pada anak.

“Penyakit ginjal pada anak dapat dikenali lebih awal jika orang tua memperhatikan tanda-tanda yang muncul dan tidak mengabaikannya,” ujar Henny.

8 Gejala Gangguan Ginjal pada Anak yang Perlu Diwaspadai

1. Pertumbuhan terhambat.
2. Demam tinggi berulang tanpa penyebab yang jelas.
3. Pancaran urine lemah atau menetes saat buang air kecil.
4. Pembengkakan di area mata atau bagian tubuh lain.
5. Urine kemerahan atau terdapat darah dalam urine.
6. Urine berbuih atau berbusa berlebihan.
7. Anemia berkepanjangan yang tidak membaik meski sudah mendapat zat besi.
8. Tekanan darah tinggi atau hipertensi pada anak.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU