HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kylian Mbappe bertekad untuk membawa Prancis juara Piala Dunia 2026. Bintang Real Madrid itu tak peduli dengan para kritikus yang terus membahasnya.
Perlu diketahui bersama sebelumnya, bahwa Mbappe memang sempat menjadi buah bibir saat Timnas Prancis melakoni sejumlah laga uji coba menjelang Piala Dunia 2026.
Mbappe gagal mencetak satu gol pun dalam kesempatan tiga pertandingan uji coba itu, tak ayal kritik pedas menghampirinya. Bahkan sang pelatih Didier Deschamps hingga harus turun tangan membela pemain bintangnya tersebut.
Deschamps dalam momen itu menegaskan, bahwa Mbappe menyimpan golnya untuk gelaran Piala Dunia 2026. Dan hal itu kemudian benar-benar terjadi, Mbappe dengan ciamik sukses membuat brace saat menghadapi Senegal pada laga perdana Grup I dalam kemenangan 3-1.
Dua gol yang dicetak melawan Senegal itu bahkan menumbuhkan rekor ciamik, dimana Mbappe sukses menjadi top skor sepanjang masa Timnas Prancis dengan 59 gol, menyusul rekor milik Olivier Giroud dengan 58 golnya.
Capaian itu masih sangat berpotensi bertambah, selain karena pertandingan Piala Dunia 2026 ini masih panjang, Mbappe juga masih terbilang muda, yakni berusia 27 tahun saat ini.
Usai pertandingan melawan Senegal, Mbappe pun bangga bisa jadi bagian sejarah Timnas Prancis. “Saya sangat senang bisa menulis sedikit lebih banyak sejarah negara saya. Itu selalu menjadi keinginan saya. Namun kami tahu kenapa kami di sini. Saya akan memiliki waktu untuk memikirkan hal-hal seperi ini (rekor) nanti ketika saya sudah berhenti bermain,” katanya, seperti dikutip Holopis.com dari ESPN.
“Saya di sini untuk membantu tim, untuk terus menulis halaman berikutnya dalam sejarah Timnas Prancis bersama rekan setim saya. Kami tahu masih ada jalan panjang, kami siap,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mbappe juga menghiraukan kritik yang sempat menghampirinya. Ia cuman fokus membawa Prancis ke final dan menjadi juara Piala Dunia 2026.
“Saya bermain untukmencatat sejarah negara saya dan memastikan kami melajuke final serta memenanginya,” ujarnya lagi.
“Tak ada balas dendam (untuk para kritikus). Jika saya mulai bermain demi membungkam semua orang yang mengkritik saya, saya rasa saya harus tampil sampai usia 18 tahun,” imbuhnya.
Sebagai informasi tambahan, Timnas Prancis nantinya akan menghadapi Irak terlebih dahulu, pada (23/6/2026). Kemudian melawan Norwegia di laga pamungkas fase grup, pada (27/6/2026) mendatang.


