Viral di Medsos! Uang KIP Kuliah Rp97 Juta Digasak Mahasiswi Unair, Kampus Langsung Panas Dingin

0 Shares

SURABAYA, Holopis.com – Viral di medsos, dana KIP Kuliah Rp97 juta diduga digasak mahasiswi Unair, kampus pun langsung panas dingin dan mahasiswa ramai bereaksi.

Kasus dugaan penggelapan dana organisasi mahasiswa penerima KIP Kuliah di Universitas Airlangga (Unair) mendadak jadi sorotan panas di media sosial.

Seorang mahasiswi berinisial YIP disebut-sebut terlibat dalam pengelolaan dana hingga Rp97 juta, dan isu ini langsung memicu gelombang reaksi keras dari mahasiswa hingga publik luas.

Kasus ini pertama kali viral lewat unggahan akun Instagram @unairjournal pada Senin (15/6/2026), lalu menyebar cepat ke berbagai platform.

Dari situ, cerita berkembang liar, mulai dari dugaan penyimpangan dana hingga tuntutan transparansi pengelolaan uang iuran mahasiswa.

“Pengkhianatan yang sangat bejat” jadi pemicu emosi publik

- Advertisement -

Dalam unggahan yang viral itu, admin akun @unairjournal meluapkan kekecewaannya terhadap dugaan tindakan tersebut.

Ia menyebut perbuatan itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap mahasiswa penerima KIP Kuliah.

“Tindakan Yuni Ilma Permatasari, Menteri Keuangan Airlangga University Bidik Misi Organization (AUBMO), yang menggelapkan dana hingga Rp97 juta adalah sebuah pengkhianatan yang sangat bejat,” tulis admin akun tersebut.

Pernyataan keras itu langsung menyulut emosi warganet dan mahasiswa.

Apalagi dana yang dipersoalkan disebut berasal dari iuran sukarela mahasiswa penerima KIP Kuliah, yang sebagian besar merupakan mahasiswa dengan kondisi ekonomi terbatas.

Berdasarkan informasi yang beredar, dana organisasi tersebut dihimpun dari iuran sukarela mahasiswa KIP Kuliah setiap akhir semester.

Tidak ada nominal wajib, namun pengumpulan dana dilakukan rutin untuk mendukung operasional organisasi.

Masalah mulai mencuat ketika muncul dugaan bahwa pengelolaan dana tidak berjalan transparan.

Bahkan, sistem pengumpulan iuran disebut terintegrasi dengan administrasi organisasi, sehingga tidak semua mahasiswa memahami alur keuangannya.

Seorang sumber dari unggahan yang sama menyebut:

“Korban belum tahu jumlah pastinya. Tapi diduga kuat sumbernya dari iuran sukarela seluruh mahasiswa KIP-K Unair dari empat angkatan aktif,” ungkap admin @unairjournal.

Isu ini tidak berhenti di media sosial. Di lingkungan kampus, gelombang reaksi mulai muncul dalam bentuk petisi mahasiswa yang mendesak agar kegiatan organisasi terkait dihentikan sementara sampai investigasi selesai.

Mahasiswa menilai kasus ini menyangkut kepercayaan dan integritas pengelolaan dana internal.

Apalagi dana tersebut berasal dari sesama penerima beasiswa KIP Kuliah.

Menanggapi ramainya isu ini, pihak Universitas Airlangga akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Humas kampus menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan pemanggilan dan klarifikasi awal terhadap organisasi terkait.

Perwakilan kampus, Pulung Siswantara dari Pusat Humas dan Protokol Unair, menjelaskan bahwa hasil awal menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan administrasi keuangan.

“Berdasarkan hasil klarifikasi awal, ditemukan adanya permasalahan yang lebih mengarah pada aspek administrasi dan tata kelola keuangan, khususnya terkait penggunaan rekening pribadi dalam proses pengelolaan dana kegiatan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengumpulan dana organisasi sebenarnya sudah diketahui pihak terkait, namun ada aspek yang perlu dibenahi.

“Pada saat pelaksanaannya tidak terdapat kewajiban pelaporan khusus sebagaimana yang dipersepsikan sebagian pihak,” tambahnya.

Kampus memastikan proses investigasi masih berjalan.

Saat ini, Unair tengah menelusuri aliran dana sekaligus memperbaiki sistem tata kelola organisasi mahasiswa agar lebih transparan dan akuntabel.

“Universitas akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar proses penyelesaian berjalan sesuai kesepakatan serta menjadi momentum perbaikan tata kelola organisasi kemahasiswaan ke depan,” jelas pihak kampus.

Hingga kini, kasus dugaan penggelapan dana Rp97 juta tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Mahasiswa dan publik masih menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan apakah benar terjadi penyelewengan atau murni persoalan administrasi organisasi.

Yang jelas, kasus ini sudah membuka kembali perdebatan soal transparansi dana organisasi mahasiswa, terutama yang melibatkan penerima bantuan pendidikan.

Dan seperti biasa, publik kini hanya bisa menunggu akan seperti apa akhir dari kisah yang sudah terlanjur viral ini.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU