Ketua KORLABI Sebut Kritik terhadap Novel Bamukmin Bentuk Ketidakmampuan Beradaptasi dengan Kepemimpinan Baru

3 Shares

JAKARTA – Ketua KORLABI (Koordinator Bela Islam), Damai Hari Lubis, menanggapi berbagai kritik dan komentar yang diarahkan kepada Wakil Ketua KORLABI, Ustaz Novel Bamukmin, menyusul beredarnya kabar mengenai penunjukan yang bersangkutan sebagai komisaris di salah satu badan usaha milik negara (BUMN).

Dalam pernyataan tertulisnya, Damai menilai berbagai narasi yang berkembang di media sosial maupun grup percakapan menunjukkan adanya pihak-pihak yang tidak mampu menerima dinamika politik dan kepemimpinan yang baru.

“Banyak Terjal (ternak Dajal) atau Buzzer Merah juga oposisi lepehan sangat aktif TSMB (Terstruktur Sistematis Masiv dan Brutal) baik terang-terangan atau umumnya anonim nyinyirin Wakil Ketua KORLABI Ustad Noval Bamumin,” kata Damai Hari Lubis dalam keterangan tertulisnya yang diterima Holopis.com, Minggu (5/7/2026).

Ia mengaku mendengar berbagai rumor mengenai jabatan yang dikaitkan dengan Novel Bamukmin. Namun, menurutnya, jika kabar tersebut benar sekalipun, tidak ada alasan bagi pihak-pihak tertentu untuk mempersoalkannya.

“Ada rumor keras entah benar atau tidak atau ada yang keliru. Jika pun benar apa yang salah, kami sesama satu kelompok tidak iri bahkan sebaliknya memberi support?” ujarnya.

Menurut Damai, pemberitaan mengenai Novel Bamukmin berkembang secara luas hingga menjadi perbincangan publik. Ia menilai hal tersebut memicu munculnya berbagai konten dan narasi yang sengaja dibuat untuk menyerang pribadi Novel.

- Advertisement -

“Ustad Novel Bamukmin (UNB) bagai jamur tumbuh selesai musim hujan, santer disertai irama masiv lengkap dengan latar belakang aktivitasnya (CV) telah viral pemberitaan menjadi anggota komisaris di salah satu badan usaha milik negara (BUMN),” tuturnya.

“Pastinya orang yang nyinyir dengan berbagai pola, serta merta ada yang membuat konten (meme) atau artikel bahkan ditambah dengan narasi irama misleading yang disengaja kirim menyasar keberbagai laman WAG,” lanjut Damai.

Ia menilai kritik yang ditujukan kepada Novel Bamukmin merupakan gambaran dari ketidakmampuan sebagian pihak dalam beradaptasi dengan perubahan situasi politik nasional.

“Kesemua ini sebagai cukup bukti ada wujud representatif ketidakmampuan para sosok diri dalam persaingan selain belum move on atau adaptasikan diri, untuk ber-evolusi di alam kepemimpinan yang baru, sebuah indikasi keterbatasan kemampuan ibarat (majas) katak terlalu lama dalam tempurung atau entah alasan lainnya,” katanya.

Damai juga menegaskan bahwa Novel Bamukmin merupakan sosok yang telah lama aktif dalam berbagai kegiatan keumatan dan perjuangan sosial. Karena itu, ia mempertanyakan alasan sejumlah pihak menjadikan isu jabatan komisaris sebagai bahan serangan terhadap rekannya tersebut.

“Apa salah UNB sehingga seolah jabatan komisaris yang ramai diperbincangkan kepadanya merupakan suatu aib, padahal beliau seorang mujahid dan Dai’ yang telah banyak makan asam garam perjuangan dalam menjaga negara dan agama serta membela rakyat dan pelayan umat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Damai mengingatkan bahwa Novel Bamukmin bersama sejumlah aktivis lain telah terlibat dalam berbagai pelaporan kasus yang berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap ulama dan agama.

“Patut dipertanyakan sosok-sosok itu kemana saja saat rekan KORLABI itu berjuang bersama kelompoknya Eks TPUA, AAB dan pastinya KORLABI dengah sekitar 30 an laporan penghina ulama dan agama termasuk pelapor pertama Ahok yang Ia buat bersama rekan rekannya di ACTA dan selebihnya hampir semua laporan bersama KORLABI diantaranya DHL dan BES yang tanpa berharap keuntungan namun mengalami terorisasi psikologis disertai berbagai intimidasi bahkan sempat mengalami jeruji besi ‘perjuangan’. Demi tegaknya nilai sila pertama ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’,” kata Damai.

Menurutnya, berbagai kritik yang muncul justru menunjukkan bahwa perjuangan yang selama ini dilakukan para aktivis tersebut tidak sia-sia.

“Pesan sahabat: KORLABI tidak dirugikan justru memperlihatkan sebuah makna perjuangan ternyata benar tidak sia-sia karna itu adalah persembahan ‘Jihad Konstitusi’ agar bangku-bangku kekuasaan tidak dikuasai para anak cucu PKI, jongos oligarki, antek-antek asing, aliran sesat pelaku kemungkaran lainnya yang ingin merampok negara dan menghancurkan negara,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Damai juga menyoroti informasi mengenai pengembangan bisnis yang dilakukan InJourney Hospitality, termasuk rencana ekspansi layanan bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.

“Penulis setelah mencermati instansi terkait dengan isu jabatan UNB yaitu InJourney Hospitality ternyata akan ekspansi keluar negeri dalam rangka berkiprah di kampung haji Mekah untuk melayani para tamu Allah SWT dalam melaksanakan rukun Islam yang ke lima dengan hotel-hotel yang akan dibangun di akhir tahun ini,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman dan rekam jejak Novel Bamukmin dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan menjadi modal penting dalam menjalankan amanah di mana pun ditempatkan.

“Dengan begitu yang memang beliau dengan organisasinya menjadi terdepan dalam melayani umat dan terbukti UNB menjadi relawan kemanusiaan saat tsunami Aceh tahun 2004,” kata Damai.

Di akhir pernyataannya, Damai memberikan dukungan kepada Novel Bamukmin agar tetap menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat tanpa terpengaruh berbagai kritik yang muncul.

“Untuk itu Ustad Novel Bamukmin teruslah berikiprah dimanapun dibutuhkan, jangan goyah, jangan hiraukan para anjing menggonggong selama tidak menggigit maka berkarya lah dengan amanah sesuai fungsi tugas negara,” tutupnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU