KSOP Larang Kapal Dekati Anak Krakatau usai Status Naik Jadi Siaga

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA- Peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi Level III (Siaga) berdampak pada sektor pelayaran di Selat Sunda.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Lampung Selatan, mengeluarkan peringatan kepada seluruh pengguna jasa pelayaran agar tidak mendekati kawasan gunung berapi tersebut demi menjaga keselamatan pelayaran.

Larangan tersebut berlaku bagi seluruh jenis kapal yang melintas di sekitar Gunung Anak Krakatau. Nakhoda diminta menghindari kawasan di sekitar kawah aktif seiring meningkatnya aktivitas vulkanik yang berpotensi membahayakan pelayaran.

“Seluruh nakhoda juga diminta mewaspadai potensi lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan terhadap keselamatan pelayaran,” kata Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, Minggu (5/7).

KSOP menetapkan kapal tidak diperbolehkan berlayar dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi bahaya yang dapat muncul akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

- Advertisement -

Meski mengeluarkan pembatasan di sekitar kawasan gunung, KSOP memastikan aktivitas penyeberangan di lintas Bakauheni-Merak hingga saat ini masih berlangsung normal.

Jalur pelayaran utama yang menghubungkan Pulau Sumatra dan Jawa disebut belum terdampak oleh perubahan status Gunung Anak Krakatau.

Suratno menjelaskan, hingga siang hari terdapat 28 kapal yang tetap beroperasi melayani penyeberangan melalui tujuh dermaga di Pelabuhan Bakauheni.

Seluruh aktivitas bongkar muat maupun mobilitas penumpang masih berjalan sesuai jadwal tanpa adanya gangguan berarti.

Menurutnya, kondisi tersebut terus dipantau secara intensif melalui koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Informasi resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi acuan utama dalam menentukan langkah mitigasi di sektor pelayaran.

Selain kapal penyeberangan, peringatan juga ditujukan kepada kapal nelayan serta kapal wisata yang beroperasi di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, dan wilayah perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Mereka diminta tidak memasuki kawasan berbahaya selama status Siaga masih diberlakukan.

KSOP juga menginstruksikan seluruh nakhoda untuk terus memantau perkembangan informasi dari PVMBG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait lainnya.

Langkah ini dinilai penting agar setiap potensi ancaman terhadap keselamatan pelayaran dapat diantisipasi sejak dini.

Apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan pelayaran, kapal diminta segera menjauhi lokasi dan melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, atau Syahbandar terdekat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Siaga) setelah aktivitas vulkaniknya menunjukkan peningkatan.

Status tersebut menjadi dasar bagi sejumlah instansi, termasuk KSOP, untuk memperketat pengawasan di kawasan Selat Sunda guna meminimalkan risiko terhadap aktivitas pelayaran dan keselamatan pengguna jasa transportasi laut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Fisca Dwi Astuti
Fisca Dwi Astuti
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU