HOLOPIS.COM, MAROS – Duka menyelimuti Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua jemaah haji asal daerah tersebut dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.
Kedua jemaah yang wafat yakni Nahariah, warga Kecamatan Bontoa yang tergabung dalam Kloter 40, serta Sangkala, warga Kecamatan Maros Baru yang masuk dalam Kloter 20.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, Nahariah meninggal dunia pada Sabtu (6/6/2026) pukul 05.45 waktu setempat.
Sementara Sangkala wafat pada hari yang sama sekitar pukul 14.24 waktu Makkah.
“Kalau Ibu Nahariah meninggal pukul 05.45, sedangkan Bapak Sangkala pukul 14.24 waktu Makkah pada Sabtu, 6 Juni 2026,” ujar Ihyadin, Senin (8/6).
Ihyadin menjelaskan, kondisi kesehatan Nahariah telah mengalami penurunan sejak tiba di Tanah Suci.
Karena keterbatasan fisiknya, almarhumah beberapa kali mendapatkan bantuan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Saat melaksanakan tawaf qudum, Nahariah menggunakan bantuan dorongan kursi roda. Selama berada di Mina untuk rangkaian pelontaran jumrah, ibadahnya dibadalkan dan ia lebih banyak beristirahat di tenda.
Setelah kembali dari Mina, Nahariah kembali mendapat pendampingan untuk menunaikan tawaf ifadah hingga seluruh kewajiban hajinya dapat diselesaikan.
Namun, usai menjalankan rangkaian ibadah tersebut, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dirawat di klinik hotel sebelum meninggal dunia.
Sementara itu, Sangkala diketahui memiliki riwayat gangguan paru-paru sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kondisinya sempat menjadi perhatian sejak perjalanan menuju Tanah Suci.
Dalam beberapa hari terakhir sebelum wafat, kondisi fisiknya dilaporkan semakin menurun dan mengalami penurunan nafsu makan.
Petugas serta sesama jemaah terus memberikan dukungan moral karena almarhum dijadwalkan kembali ke Indonesia pada pertengahan Juni.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji asal Maros ke Tanah Air akan dimulai pada 10 Juni 2026.
Kloter 14 menjadi rombongan pertama yang dijadwalkan tiba di Indonesia dengan jumlah 387 jemaah.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyebut total jemaah haji asal Maros pada musim haji tahun ini mencapai 628 orang.
Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Chaidir, mayoritas jemaah haji asal Maros tahun ini merupakan kelompok lanjut usia dengan persentase sekitar 75 persen dari total peserta.


