Bandara Kertajati Disebut Jadi Pangkalan AS, Pernyataan Susno Bikin Heboh Medsos

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Isu Bandara Kertajati disebut jadi pangkalan militer AS memicu kehebohan setelah Susno Duadji melontarkan pertanyaan soal politik bebas aktif RI kini.

Isu mengenai Bandara Kertajati kembali mencuat dan langsung memicu perdebatan publik setelah mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji, mempertanyakan kabar yang menyebut fasilitas strategis tersebut akan dimanfaatkan oleh militer Amerika Serikat.

Pernyataan itu ia sampaikan melalui unggahan di platform X pada Jumat (5/6/2026), saat ia menanggapi sebuah video yang beredar luas di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, Susno menyoroti narasi yang menyebut adanya dugaan kerja sama Indonesia–AS terkait pemanfaatan Bandara Kertajati di Majalengka.

“Benarkah ada misi rahasia mau jadikan Bandara Kertajati sebagai pangkalan militer Amerika?? Kalau benar terjadi masihkah politik luar negeri Indonesia; Bebas Aktif??” tulis Susno dalam unggahannya yang langsung ramai dibagikan ulang warganet.

Video yang ia unggah menampilkan klaim bahwa Indonesia disebut membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat militer jenis Hercules di kawasan Asia.

- Advertisement -

Dalam narasi tersebut, fasilitas itu diklaim akan dibiayai penuh oleh pihak Amerika Serikat.

Namun, narasi yang beredar tidak berhenti di situ.

Video tersebut juga menyebut dugaan bahwa fasilitas itu dapat berpotensi dimanfaatkan sebagai pangkalan militer AS untuk operasi di kawasan Timur Tengah, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan konflik global seperti situasi di Iran.

Klaim tersebut kemudian memicu kekhawatiran sebagian warganet yang menilai isu itu berpotensi menyeret Indonesia ke dalam konflik internasional.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia maupun otoritas Amerika Serikat yang membenarkan informasi tersebut.

Sejumlah pihak menilai konten yang beredar masih berupa spekulasi dan belum memiliki dasar konfirmasi dari sumber yang kredibel.

Isu ini pun dengan cepat menjadi bahan diskusi panas di media sosial.

Nama Susno Duadji ikut menjadi sorotan karena dianggap turut mengangkat isu sensitif yang menyangkut kedaulatan dan posisi politik luar negeri Indonesia.

Sebagian pengguna media sosial menilai pertanyaan Susno sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi kerja sama militer asing, sementara yang lain menganggap hal tersebut bisa memicu misinformasi jika tidak disertai data yang jelas.

Indonesia sendiri selama ini dikenal menganut politik luar negeri “bebas aktif”, yaitu tidak berpihak pada blok kekuatan militer manapun, namun tetap aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Karena itu, setiap isu yang berkaitan dengan kehadiran militer asing di fasilitas strategis nasional kerap menjadi perhatian serius publik.

Bandara Kertajati yang terletak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebelumnya memang kerap disebut sebagai salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan menjadi pusat konektivitas udara di wilayah tersebut.

Namun, pemanfaatannya untuk kepentingan militer asing sejauh ini belum pernah diumumkan secara resmi oleh pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, perdebatan di ruang publik masih terus berlangsung.

Warganet mendesak adanya klarifikasi resmi dari pemerintah untuk meluruskan isu yang berkembang agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.

Sementara itu, sebagian pihak mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar luas di media sosial dan berpotensi memicu kesalahpahaman geopolitik.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Eagle Eye
Gesha Yuliani Nattasya, Eagle Eye
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU