HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang melanda Provinsi Riau hingga saat ini masih terus terjadi di sejumlah titik.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, karhutla Riau juga masih menjadi salah satu perhatian nasional.
“Total luas lahan terbakar sejak 1 Januari 2026 mencapai 15.048,83 hektare,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (6/6).
Abdul juga memastikan Pemerintah Provinsi Riau masih menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yang berlaku sejak Kamis (13/02) hingga Minggu (30/11).
Bencana karhutla kemudian menurut Abdul, juga melanda Provinsi Sulawesi Barat, tepatnya terjadi di Kabupaten Mamuju pada Jumat (5/6).
“Kebakaran yang melanda Dusun Lambagu mengakibatkan sekitar 6 hektare lahan terdampak,” ujarnya.
Lokasi titik api berada di Desa Sumare, Kecamatan Simboro. BPBD Provinsi Sulawesi Barat bersama BPBD Kabupaten Mamuju dan unsur pemadam kebakaran melakukan pemadaman dan pendataan di lokasi kejadian.
“Kondisi kebakaran dilaporkan mulai padam,” imbuhnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Di sisi lain, beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau yang meningkatkan potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran hutan dan lahan.
“Pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan dan langkah mitigasi, sementara masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca, menghindari aktivitas pembakaran lahan, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan potensi ancaman bencana di wilayahnya,” imbaunya.
“Kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat seluruh unsur menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan, penanganan darurat, dan percepatan pemulihan sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

