Polri Cetak 1.848 Perwira Baru, Mayoritas Dikirim ke Daerah untuk Layani Masyarakat

0 Shares

HOLOPIS.COM, SUKABUMI – Polri resmi melantik 1.848 perwira baru dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026.

Dari total 1.848 perwira yang dilantik, sebanyak 1.798 orang merupakan lulusan SIP Angkatan ke-55, sementara 50 lainnya berasal dari SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, bahwa hampir seluruh perwira baru tersebut akan kembali bertugas di wilayah untuk mengisi kebutuhan jabatan perwira yang masih cukup besar di tingkat kepolisian daerah dan resor.

“Hampir 90 persen kembali ke Polda dan Polres karena masih banyak kebutuhan jabatan perwira, khususnya di tingkat Polres,” ujar Wakapolri dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Sabtu (6/6/2026).

Penempatan tersebut menjadi bagian dari strategi Polri dalam memperkuat pelayanan publik hingga level terdepan. Para perwira baru akan banyak ditempatkan pada fungsi Samapta dan pelayanan kepolisian yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Menurut Wakapolri, personel yang bertugas di lini depan harus memiliki kemampuan quick response, menjunjung tinggi integritas, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan.

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Hotline 110, Command Center, dan fungsi Samapta merupakan wajah utama Polri yang paling sering berinteraksi dengan masyarakat.

“Dari interaksi di SPKT, layanan 110, maupun pelayanan kepolisian lainnya, citra Polri dibangun. Karena itu pelayanan publik harus menjadi perhatian utama seluruh anggota Polri, khususnya para perwira yang baru dilantik,” katanya.

Polri saat ini terus memperkuat ekosistem pelayanan cepat atau quick response melalui berbagai pembenahan, mulai dari optimalisasi Hotline 110, penguatan Command Center, peningkatan kualitas layanan SPKT, hingga penguatan fungsi Samapta sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Wakapolri menekankan bahwa kualitas pelayanan publik merupakan fondasi utama organisasi Polri. Oleh karena itu, transformasi pelayanan terus didorong melalui pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan humanis harus menjadi standar baru pelayanan kepolisian di seluruh wilayah,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar kepada Polri, terutama terkait kecepatan merespons laporan, kualitas pelayanan publik, keadilan dalam penegakan hukum, serta penguatan sistem pengawasan.

Karena itu, kehadiran ribuan perwira baru diharapkan mampu mempercepat transformasi pelayanan kepolisian hingga tingkat Polres dan Polsek. Langkah tersebut juga diharapkan membuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat semakin dirasakan secara nyata di seluruh Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU