HOLOPIS.COM, JAKARTA – Polres Batang membeberkan upaya yang mereka lakukan terkait penanganan skandal video bandar bergetar.
Kanit PPA Sat Reskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti menjelaskan, selain memeriksa sejumlah alat bukti, pihaknya sampai memeriksa penikmat video bandar bergetar.
Tak tanggung-tanggung, penikmat video bandar bergetar itu beredar hingga Kabupaten Sukoharjo melalui grup Telegram berbayar.
Maulidya menyebut, keterangan saksi tersebut memperkuat dugaan adanya proses distribusi dan transaksi konten pornografi melalui jaringan digital tertutup.
“Yang bersangkutan mendapatkan video secara asli dan utuh dari grup VIP Telegram. Hal ini menguatkan adanya pentransmisian dan jual beli video dalam kasus ini,” kata Maulidya dalam pernyataannya pada Jumat (5/6) yang dikutip Holopis.com
Maulidya menegaskan, meski pihaknya sudah menetapkan SE, pemeran pria dalam video bokep tersebut sebagai tersangka, pihaknya masih memburu pihak lain. Calon tersangka tersebut mengarah kepada perantara atau broker dalam distribusi video tersebut.
Polisi saat ini masih berupaya melacak identitas pemilik akun yang diduga menjadi pelaku penipuan sekaligus penyebar awal konten tersebut.
Dalam konten Bandar Membara ini sendiri menampilkan adegan bak film bokep yang dilakukan sepasang kekasih bernama SE dan TA.
Awal mula dari beredarnya video viral Bandar Membara adalah pemeran pria bernama SE berusia 26 tahun merekam aksi mereka bersama kekasihnya bernama TA yang berusia 19 tahun di sebuah penginapan.
Adapun tempat penginapan yang mereka jadikan lokasi pembuatan video bersama kekasihnya itu berada di daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Keduanya melakukan hubungan suami istri ketika masih pacaran meski kini mereka sudah melakukan acara pernikahan. Walau awalnya sebatas untuk dokumentasi pribadi, kini video tersebut jadi tontonan publik.

