Gelar Rapat Perdana dengan DPR, Menpar Laporkan Kenaikan Devisa Wisata Kuartal I

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Sektor pariwisata Indonesia kini tidak lagi sekadar mengejar angka kunjungan turis asing ke destinasi megah, melainkan mulai bergeser fokus untuk menghidupkan urat nadi perekonomian di tingkat desa.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa setiap rupiah dari pertumbuhan pariwisata harus berdampak nyata bagi ekonomi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha mikro di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menpar Widiyanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta yang membahas program kerja Kementerian Pariwisata Tahun Anggaran 2026.

Rapat penting yang menentukan arah kebijakan pariwisata nasional ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusniah Chalim, dari Fraksi PKB.

Di tengah ketidakpastian situasi global, Menpar memaparkan data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan performa pariwisata tanah air tetap melaju positif sepanjang awal tahun ini.

Tercatat pada periode Januari hingga April 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menembus angka 4,68 juta, tumbuh sebesar 8,24 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu.

- Advertisement -

Tidak hanya kunjungan fisik, kantong devisa negara dari sektor ini juga menebal dengan perolehan mencapai US$ 4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun pada kuartal pertama.

“Ekonomi pariwisata harus mengalir hingga ke desa, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah,” ujar Widiyanti di hadapan para anggota dewan.

Salah satu langkah konkret yang menjadi sorotan adalah masifnya sertifikasi halal bagi UMKM di ribuan desa wisata demi mendongkrak daya saing dan kepercayaan turis lokal maupun asing.

Hingga akhir Mei 2026, kementerian mencatat sebanyak 31.548 sertifikasi halal telah diterbitkan untuk pelaku usaha di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi.

Selain penguatan desa, pemerintah juga mengandalkan gelaran acara lokal melalui program Karisma Event Nusantara untuk memicu perputaran uang secara cepat di tingkat akar rumput.

Program yang sudah berjalan di 15 provinsi ini berhasil menyerap puluhan ribu pekerja kreatif dan menghasilkan perputaran ekonomi langsung hingga lebih dari Rp45,57 miliar.

“Event bukan hanya ruang promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan kuliner, transportasi, hingga akomodasi lokal,” tambah Menpar.

Untuk menjaga momentum ini, Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pembangunan pariwisata ke depan berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Arah kita jelas: pariwisata Indonesia harus tumbuh lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berpihak kepada masyarakat,” pungkas Widiyanti menutup paparannya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU