KPA Kembali Gelar Agrarian Reform Media Awards 2026, Jurnalis Diajak Angkat Isu Keadilan Pertanahan

2 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) kembali menggelar Agrarian Reform Media Awards (ARMA) 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap insan pers yang konsisten menghasilkan karya jurnalistik mengenai konflik agraria, perjuangan hak atas tanah, dan reforma agraria di Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Musyawarah Nasional (Munas) IX KPA dan peringatan Hari Tani Nasional 2026.

Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, mengatakan ARMA merupakan komitmen organisasi untuk memperkuat jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik sekaligus mendorong lahirnya liputan berkualitas mengenai persoalan agraria.

Menurutnya, di tengah meningkatnya konflik agraria, ekspansi investasi skala besar, hingga keterlibatan aparat keamanan dalam berbagai persoalan pertanahan, peran media menjadi semakin penting untuk mengawal kepentingan masyarakat.

“Di tengah meningkatnya konflik agraria, menguatnya investasi skala besar, serta semakin luasnya keterlibatan aparat keamanan dalam urusan agraria, kerja-kerja jurnalistik yang independen dan berpihak pada kepentingan rakyat menjadi sangat penting. Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu membongkar akar persoalan, menghadirkan suara rakyat, dan mendorong pelaksanaan reforma agraria sejati di Indonesia,” kata Dewi dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).

KPA menilai jurnalis yang meliput isu agraria menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain keterbatasan akses informasi, para pewarta juga kerap menghadapi intimidasi hingga ancaman keselamatan saat mengungkap praktik perampasan tanah maupun dugaan pelanggaran hak masyarakat.

- Advertisement -

Di sisi lain, persoalan agraria disebut terus mengalami peningkatan. Berdasarkan Catatan Akhir Tahun KPA 2025, tercatat 341 letusan konflik agraria dengan luas mencapai 914.574 hektare yang berdampak terhadap 123.612 keluarga. Jumlah tersebut meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara kasus kekerasan dan kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan hak atas tanah naik 32 persen.

Pada penyelenggaraan tahun ini, ARMA 2026 didukung Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dengan mengusung tema “Perjuangan Reforma Agraria di Tengah Investasi Oligarki, Otoritarianisme Pembangunan, dan Militerisme.”

KPA membuka tiga kategori lomba, yakni karya jurnalistik teks, audio-visual, dan foto. Peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya berupa liputan investigasi, liputan mendalam, feature, foto berita maupun esai foto yang telah dipublikasikan pada periode 1 Januari 2025 hingga 31 Agustus 2026.

Pengiriman karya dibuka mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 melalui surat elektronik [email protected].

Agrarian Reform Media Awards 2026

Adapun dewan juri terdiri dari Ketua Umum AJI Nany Afrida, Founder Watchdoc Documentary Maker Andhy Panca Kurniawan, Kurator Foto Independen Oscar Motuloh, serta Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika.

Pemenang pada masing-masing kategori akan memperoleh Trofi ARMA 2026 dan uang apresiasi. Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Malam Anugerah ARMA yang akan digelar di Jakarta pada 24 September 2026.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU