HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden To Lam menegaskan pentingnya peran sentral ASEAN dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global. Pernyataan tersebut disampaikan To Lam saat memberikan pidato utama dalam ajang Dialog Shangri-La 2026 yang berlangsung di Singapura pada Jumat (29/5).
Dalam pidatonya, Lam mengatakan kawasan Asia-Pasifik memiliki kepentingan bersama untuk menjaga perdamaian, memperkuat konektivitas, dan mendorong pembangunan regional.
Menurutnya, ASEAN selama ini menjadi wadah penting bagi kerja sama, dialog, serta penyeimbang di tengah dinamika politik internasional.
“Di kawasan inilah ASEAN berfungsi sebagai kerangka kerja bagi kerja sama, dialog, dan keseimbangan,” kata To Lam, dikutip Holopis.com, Minggu (31/5).
Ia menilai negara-negara Asia Tenggara memiliki komitmen untuk memastikan persaingan antarnegara tidak berubah menjadi konflik terbuka. Selain itu, Lam juga menegaskan bahwa jalur konektivitas antarnegara tidak boleh berubah menjadi pemisah yang memicu ketegangan baru di kawasan.
“ASEAN memiliki motivasi dan tekad untuk memastikan bahwa persaingan tidak berubah menjadi konfrontasi,” ujarnya.
Presiden Vietnam itu juga mengingatkan bahwa sentralitas ASEAN tidak akan bertahan dengan sendirinya tanpa persatuan antarnegara anggota.
Karena itu, ia menekankan pentingnya otonomi strategis serta kemampuan ASEAN dalam menentukan agenda bersama di tengah tekanan geopolitik global.
Menurut Lam, Asia Tenggara tetap terbuka terhadap kerja sama internasional selama dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, dan menghormati hukum internasional. Ia juga mengatakan kawasan menyambut interaksi yang mendukung sentralitas ASEAN dan membantu meredakan ketegangan regional.


