Mau Rasakan Shalat Idul Adha Paling Indah di Wonosobo? Jamaah Disajikan View Gunung Sindoro-Sumbing

0 Shares

JAKARTA, Holopis.com – Lagi liburan di kawasan Dieng atau Wonosobo? Cobain yuk Shalat Idul Adha dengan view indah dari pemandangan dua gunung.

Bayangkan melaksanakan Shalat Idul Adha bukan di tengah hiruk-pikuk kota, tapi di sebuah lapangan luas dengan latar megah Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang berdiri gagah di kejauhan.

Suasana itu bukan sekadar bayangan, karena di Garung, Wonosobo, momen tersebut benar-benar jadi kenyataan dan kembali menyedot perhatian ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Lapangan Garung yang berada di Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu lokasi Shalat Idul Adha paling ikonik di Jawa Tengah.

Bukan cuma karena skala jamaahnya yang besar, tapi juga karena panorama alamnya yang bikin siapa pun terdiam sejenak.

Tahun ini, pelaksanaan Shalat Idul Adha di lokasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.

- Advertisement -

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, antusiasme jamaah diprediksi kembali membludak.

Yang bikin makin menarik, Lapangan Garung sebenarnya hanya mampu menampung sekitar 7.000 jamaah.

Namun pada pelaksanaan sebelumnya, jumlah peserta bisa melonjak hingga sekitar 30.000 orang.

Karena kapasitas lapangan yang terbatas, banyak jamaah memilih datang lebih awal, bahkan ada yang sudah tiba beberapa hari sebelum hari H.

Tapi tenang, mereka tidak dibiarkan kebingungan mencari tempat menginap.

Warga Dusun Garung justru membuka pintu rumah mereka secara sukarela untuk para tamu.

Sekitar 950 rumah di desa tersebut disiapkan untuk menampung jamaah yang datang dari luar daerah.

Uniknya lagi, fasilitas ini sama sekali tidak dipungut biaya.

“Bukan disewakan. Kalau diarahkan panitia itu untuk tempat istirahat dan tidak dipungut biaya,” ungkap Kepala Desa Butuh, Dzikroni.

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya kebersamaan warga Garung.

Bagi mereka, menerima tamu yang datang untuk beribadah adalah sebuah kehormatan, bukan transaksi.

Menariknya, Shalat Idul Adha di Garung bukan cuma soal ibadah.

Banyak jamaah yang datang bukan hanya untuk salat, tapi juga untuk menikmati suasana desa di lereng gunung yang sejuk dan tenang.

Pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang terlihat jelas dari lapangan membuat suasana terasa berbeda.

Banyak yang menyebut lokasi ini seperti “masjid alam terbuka” dengan view kelas premium tanpa harus membayar tiket masuk.

Tak heran jika setiap tahun, Garung selalu menjadi magnet wisata religi dadakan.

Jamaah datang dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga beberapa dikabarkan dari luar negeri.

Kepala desa juga menyebut, tradisi ini sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

Sistem penerimaan tamu dilakukan secara swadaya dan terkoordinasi melalui panitia serta warga.

“Kalau ada tamu, warga di sini senang,” begitu kira-kira semangat yang terus dijaga dari tahun ke tahun.

Bagi banyak pengunjung, pengalaman ini terasa berbeda.

Mereka tidak hanya datang untuk beribadah, tapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat desa yang hangat, sederhana, dan penuh keramahan.

Dengan tingginya minat jamaah setiap tahun, panitia mengimbau agar para pengunjung datang lebih awal dan berkoordinasi jika membutuhkan tempat istirahat.

Selain itu, jamaah juga diminta menjaga kebersihan, menghormati warga, dan tetap menjaga kearifan lokal.

Hal ini penting agar tradisi yang sudah berjalan lama ini tetap bisa dinikmati semua orang tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat setempat.

Fenomena Shalat Idul Adha di Garung Wonosobo memang selalu viral setiap tahunnya.

Kombinasi antara ibadah, panorama alam pegunungan, dan keramahan warga membuat banyak orang penasaran untuk datang langsung.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU