HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dua pekan jelang gelaran Piala Dunia FIFA 2026, Bandara Internasional Benito Juárez di Mexico City masih dipenuhi aktivitas konstruksi besar-besaran. Ribuan penumpang yang tiba setiap hari harus melewati area renovasi dengan suara bor yang memekakkan telinga.
Kondisi itu ditambah banyak pipa berserakan, hingga lantai terminal yang belum sepenuhnya selesai.
Di tengah kondisi itu, suasana Piala Dunia tetap terasa kuat. Poster raksasa turnamen, dekorasi trofi FIFA, dan figur pemain sepak bola terpampang di berbagai sudut terminal demi menyambut para wisatawan yang akan memadati Meksiko selama ajang berlangsung.
Renovasi besar ini jadi salah satu proyek paling ambisius yang pernah dilakukan di bandara terbesar Meksiko tersebut. Otoritas bandara menyebut lebih dari 3.000 pekerja dikerahkan dengan sistem kerja hingga 20 jam per hari demi mengejar tenggat waktu sebelum turnamen dimulai.
Insinyur muda berusia 28 tahun, Luis Ibarra, mengaku tak terlalu terganggu dengan kondisi bandara yang masih berantakan. Menurutnya, renovasi besar memang sudah lama dibutuhkan karena fasilitas bandara selama bertahun-tahun mengalami berbagai masalah serius.
“Bandara ini sudah lama mengalami banjir, atap bocor, dan kepadatan penumpang yang parah,” kata Ibarra dikutip dari AP, Selasa, (26/5/2026).
Direktur Jenderal Bandara Internasional Benito Juárez, Laksamana Juan José Padilla, menyampaikan proyek modernisasi ini menghadapi tantangan lebih besar dari perkiraan awal. Ia bilang banyak persoalan muncul karena usia infrastruktur yang sudah lebih dari setengah abad.
“Komplikasi yang muncul lebih dari yang kami perkirakan,” ujar Padilla.
Menurutnya, sejumlah area bahkan tidak lagi memiliki cetak biru asli sehingga proses renovasi menjadi jauh lebih rumit.
“Kita menghadapi bertahun-tahun pengabaian,” kata Padilla.
Proyek modernisasi senilai 500 juta dolar AS itu mulai berjalan sejak Mei 2025 dan sepenuhnya didanai oleh pihak bandara. Pengelolaan bandara sendiri kini berada di bawah Angkatan Laut Meksiko sejak tahun 2023.
Koordinator proyek, Kapten Arturo Flores, menjelaskan renovasi mencakup pembangunan ulang fasad terminal, pembaruan toilet, modernisasi konveyor bagasi, hingga penggantian hampir 100 ribu meter persegi lantai dan sistem pencahayaan.
Selain itu, desain ulang interior juga dilakukan untuk mengembalikan sekitar 30 ribu meter persegi ruang tunggu penumpang agar lebih nyaman menghadapi lonjakan wisatawan selama Piala Dunia.
Meski fase pertama telah melampaui 90 persen penyelesaian, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tahap kedua renovasi dijadwalkan dimulai setelah Piala Dunia berakhir pada Agustus dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Di sisi keamanan, bandara juga melakukan peningkatan besar-besaran. Jumlah kamera pengawas akan ditambah dari 2.200 menjadi lebih dari 4.000 unit dengan dukungan kecerdasan buatan untuk mendeteksi kendaraan, bagasi, maupun individu mencurigakan.
Padilla juga menambahkan sistem anti-drone segera dipasang untuk mengantisipasi potensi ancaman selama pesta sepak bola terbesar dunia berlangsung.
Sementara itu, pemerintah Meksiko baru-baru ini mencapai kesepakatan dengan Departemen Transportasi Amerika Serikat terkait penguatan kerja sama transportasi udara menjelang Piala Dunia 2026.
Kesepakatan tersebut itu mencakup penambahan slot penerbangan bagi maskapai asing, khususnya maskapai Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, jumlah slot penerbangan di bandara Mexico City sempat dipangkas dari 61 menjadi 43 per jam sebelum kembali dinaikkan menjadi 44 tahun lalu.
Kini, otoritas bandara memastikan kapasitas slot akan kembali ditingkatkan menjadi 46 per jam guna mengakomodasi lonjakan lalu lintas udara selama turnamen berlangsung.


