Jejak Sejarah Festival Budaya Isen Mulang, Penjaga Api Tradisi Dayak Sejak Era 90-an

0 Shares

HOLOPIS.COM, PALANGKA RAYA — Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) bukan sekadar perayaan tahunan biasa, melainkan sebuah lembaran sejarah panjang yang merekam keteguhan masyarakat Kalimantan Tengah dalam menjaga warisan leluhur mereka.

Jejak historis perhelatan akbar ini bermula pada awal dekade 1990-an, ketika Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggagas sebuah wadah ekspresi seni untuk memperingati Hari Jadi Provinsi setiap tanggal 23 Mei.

Sejak awal pencetusannya, festival ini dirancang oleh pemerintah daerah sebagai jembatan budaya yang menyatukan ragam tradisi dari 14 kabupaten dan kota di seluruh penjuru Bumi Tambun Bungai.

Nama “Isen Mulang” sendiri dipilih dari bahasa Dayak Ngaju, sebuah frasa historis yang mengandung makna mendalam yaitu “pantang mundur” atau “tidak kenal menyerah”.

Filosofi tersebut merepresentasikan semangat patriotik dan daya tahan spiritual masyarakat lokal dalam membentengi nilai-nilai tradisional dari gempuran modernisasi dunia luar.

Dari sebuah pesta rakyat berskala lokal pada masa awal berdirinya, FBIM secara historis berevolusi menjadi magnet wisata nasional yang secara konsisten masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

- Advertisement -

Setiap tahunnya, Kota Palangka Raya bertransformasi menjadi panggung sejarah yang hidup, menghidupkan kembali memori kolektif dan identitas asli suku Dayak kepada khalayak dunia.

Parade Budaya Nusantara yang legendaris menjadi saksi bagaimana kemegahan kostum adat dan tarian kuno berhasil diwariskan dari generasi ke generasi melewati lintasan dekade.

Di atas riak Sungai Kahayan yang bersejarah, perlombaan dayung tradisional terus dilestarikan sebagai simbol keterikatan erat peradaban sungai khas Dayak sejak masa lampau.

Alunan syahdu instrumen musik Sape’ serta entakan magis tari Giring-Giring dan tari Pedalaman yang dipentaskan senantiasa membawa penonton menyelami kedalaman spiritualitas masa lalu.

Upacara adat Mangenta, sebuah ritual kuno ungkapan syukur atas hasil panen padi, juga dipertahankan di dalam festival ini agar nilai-nilai agraris leluhur tidak punah ditelan zaman.

Untuk memastikan estafet sejarah ini terus berjalan, pemilihan Putra Putri Pariwisata Isen Mulang dihadirkan guna mencetak generasi muda sebagai penjaga gerbang kebudayaan di masa depan.

Lebih dari sekadar atraksi hiburan, festival ini memiliki catatan sejarah penting sebagai perekat persaudaraan antar-suku dan simbol gotong royong lintas etnis di Kalimantan Tengah.

Warisan sejarah yang hidup ini kini menjelma jadi paket wisata lengkap, di mana para pelancong dapat menikmati festival, menjelajahi Taman Nasional Sebangau, dan menyokong UMKM lokal di Kalteng Expo.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU