HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seorang pria bersenjata ditembak mati oleh United States Secret Service di dekat kompleks White House pada Sabtu (23/5) setelah diduga mencoba mendekati pos pemeriksaan keamanan dan melepaskan tembakan ke arah petugas.
Insiden tersebut langsung memicu situasi lockdown di area Gedung Putih. Seorang warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian juga dilaporkan terkena tembakan dan kini berada dalam kondisi kritis.
Menurut laporan sejumlah media Amerika Serikat, pria yang kemudian meninggal dunia di rumah sakit itu diduga sedang mengalami gangguan emosional.
Peristiwa penembakan terjadi di dekat persimpangan Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest, tepat di luar kompleks Gedung Putih.
Koresponden ABC News di Gedung Putih, Selina Wang, mengaku sempat mendengar suara rentetan tembakan saat berada di lokasi.
“Saya sedang merekam video untuk media sosial dari halaman utara Gedung Putih menggunakan iPhone ketika kami mendengar suara tembakan,” ujar Selina Wang, dikutip Holopis.com, Minggu (24/5).
“Terdengar seperti puluhan tembakan. Kami diperintahkan untuk berlari ke ruang konferensi pers tempat kami berada sekarang,” lanjutnya.
Hingga kini, aparat keamanan Amerika Serikat masih melakukan penyelidikan terkait motif penembakan tersebut. Area sekitar Gedung Putih juga sempat dijaga ketat pasca insiden terjadi.

