HOLOPIS.COM, JAKARTA – Situasi mencekam terjadi di sekitar kompleks Gedung Putih, Washington DC, setelah suara rentetan tembakan terdengar. Momen itu terjadi saat sejumlah wartawan melakukan peliputan pada Sabtu waktu setempat.
Kepanikan sempat terekam dalam video yang dibagikan Selina Wang, koresponden Gedung Putih untuk ABC News. Saat itu, Wang sedang merekam laporan terkait negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran ketika suara tembakan mendadak terdengar dari area sekitar Gedung Putih.
Dalam rekaman tersebut, Wang terlihat langsung berlari mencari perlindungan bersama awak media lain setelah suara tembakan terdengar bertubi-tubi.
“Kami diperintahkan untuk berlari ke ruang konferensi pers, tempat kami berada sekarang,” kata Wang dikutip pada Minggu, (24/5/2026).
Beberapa wartawan yang berada di lokasi memperkirakan jumlah tembakan yang dilepaskan cukup banyak. Chris Flanagan, pembawa berita dari stasiun lokal DC News Now yang ikut berlindung di ruang konferensi pers Gedung Putih, menyebut sekitar 30 tembakan terdengar selama insiden berlangsung.
Sementara itu, seorang produser CBS News memperkirakan sedikitnya 20 tembakan dilepaskan di area tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Secret Service AS mengonfirmasi pihaknya sedang menangani laporan penembakan di sekitar Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest, tepat di dekat kompleks Gedung Putih.
“Menyadari laporan tentang tembakan yang dilepaskan di dekat Jalan ke-17 dan Pennsylvania Avenue NW dan sedang berupaya untuk menguatkan informasi tersebut dengan personel di lapangan,” demikian pernyataan Secret Service sekitar pukul 18.45 waktu setempat.
Direktur FBI Kash Patel menyatakan lembaganya turut turun ke lokasi untuk membantu penanganan bersama Secret Service.
“FBI berada di lokasi kejadian dan mendukung Dinas Rahasia yang menanggapi tembakan yang dilepaskan di dekat halaman Gedung Putih – kami akan memberikan informasi terbaru kepada publik secepatnya,” tulis Patel.
Di tengah insiden tersebut, Presiden AS Donald Trump sebelumnya diketahui berada di Ruang Oval. Namun, hingga beberapa saat setelah kejadian, Trump belum memberikan komentar terkait laporan penembakan itu.
Meski sempat memicu lockdown dan pengamanan ketat, pembatasan area di sekitar Gedung Putih akhirnya dicabut setelah aparat memastikan situasi mulai terkendali.
Insiden terbaru ini menambah daftar gangguan keamanan di sekitar Gedung Putih dalam beberapa pekan terakhir. Kurang dari tiga minggu sebelumnya, seorang pria bersenjata dilaporkan menembak petugas Secret Service di dekat jalur iring-iringan Wakil Presiden JD Vance.
“Seorang saksi sipil yang berdiri di belakang petugas terluka di kakinya,” kata Departemen Kehakiman AS terkait insiden sebelumnya.
Petugas Secret Service kala itu membalas tembakan dan melukai pelaku di bagian tangan, lengan kiri, dan perut bagian atas.
Penembakan pada Sabtu ini juga terjadi hampir sebulan setelah dugaan upaya pembunuhan terhadap Presiden Trump pada 25 April lalu saat menghadiri makan malam tahunan Asosiasi Koresponden Gedung Putih di sebuah hotel di Washington.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...