HOLOPIS.COM, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut risiko penyebaran Ebola saat ini berada pada level tinggi di tingkat nasional dan regional di Afrika. Meski begitu, WHO menegaskan situasi tersebut belum masuk kategori darurat pandemi global.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers pada Rabu (20/5). Tedros mengatakan Komite Darurat WHO telah menggelar pertemuan sehari sebelumnya dan menyepakati bahwa wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda masih berstatus Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).
Namun, WHO menilai situasi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai darurat pandemi global. Sebelumnya pada Minggu (17/5), Tedros lebih dulu menetapkan status PHEIC untuk wabah Ebola di kedua negara tersebut.
Keputusan itu menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya kepala WHO menetapkan status darurat internasional tanpa lebih dulu mengadakan pertemuan Komite Darurat.
Kasus Ebola Terus Bertambah
WHO menyebut sejauh ini terdapat 51 kasus Ebola terkonfirmasi di wilayah Ituri dan Kivu Utara di Republik Demokratik Kongo. Tedros mengatakan skala wabah di RD Kongo saat ini jauh lebih besar dibanding Uganda.
Sementara itu, Uganda melaporkan dua kasus terkonfirmasi di ibu kota Kampala, termasuk satu korban meninggal dunia. Kedua pasien diketahui melakukan perjalanan dari RD Kongo ke Uganda. WHO juga mengungkap seorang warga negara Amerika Serikat yang bekerja di RD Kongo ikut terkonfirmasi positif Ebola.
Selain kasus yang telah dipastikan, WHO mencatat hampir 600 kasus suspek dengan total 139 kematian suspek. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena virus diyakini telah menyebar cukup lama sebelum wabah terdeteksi.
Tedros menegaskan langkah cepat sangat dibutuhkan untuk mencegah lebih banyak korban jiwa dan memperkuat respons internasional terhadap wabah tersebut. WHO disebut telah mengerahkan personel, peralatan, pasokan medis, dan bantuan dana guna membantu otoritas kesehatan di negara terdampak.
Tedros juga mengatakan dirinya telah menyetujui tambahan dana darurat sebesar 3,4 juta dolar Amerika Serikat untuk penanganan wabah Ebola. Dengan tambahan tersebut, total dana darurat WHO yang telah digelontorkan mencapai 3,9 juta dolar AS.


