HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap tanggal 15 Juni, dunia memperingati Hari Kesadaran Penyalahgunaan Lansia atau World Elder Abuse Awareness Day (WEAAD). Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, maupun perlakuan tidak layak yang masih dialami para lansia di berbagai negara.
Hari Kesadaran Penyalahgunaan Lansia pertama kali digagas pada 15 Juni 2006 oleh International Network for the Prevention of Elder Abuse (INPEA) bersama Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Inisiatif tersebut kemudian mendapat dukungan luas hingga akhirnya Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 66/127 menetapkan 15 Juni sebagai Hari Kesadaran Penyalahgunaan Lansia Sedunia.
Melalui peringatan ini, masyarakat global diajak untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap generasi lanjut usia sekaligus memperkuat perlindungan terhadap hak-hak mereka.
Peringatan tahunan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai berbagai faktor sosial, ekonomi, budaya, dan demografi yang memengaruhi kehidupan lansia.
Pasalnya, kekerasan terhadap lansia masih menjadi isu yang kerap luput dari perhatian dan belum banyak dibahas dibanding persoalan sosial lainnya.
PBB bahkan menyebut pelecehan terhadap lansia sebagai persoalan kesehatan masyarakat sekaligus isu hak asasi manusia. Di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di dunia yang diperkirakan mencapai 1,4 miliar jiwa pada tahun 2030, perlindungan terhadap kelompok ini menjadi semakin penting.
Berbagai penelitian menunjukkan sekitar 4 hingga 6 persen lansia pernah mengalami bentuk kekerasan tertentu. Namun, sebagian besar kasus tersebut tidak pernah dilaporkan sehingga angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.
Menurut PBB, persoalan ini terjadi baik di negara berkembang maupun negara maju. Meski tingkat prevalensinya berbeda-beda, dampak sosial dan moral yang ditimbulkan sangat besar sehingga membutuhkan respons bersama dari berbagai pihak.
Karena itu, Hari Kesadaran Penyalahgunaan Lansia menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap orang tua dan lansia di sekitar mereka. Tujuannya sederhana namun penting, yakni memastikan mereka dapat menjalani kehidupan yang aman, bermartabat, dan berkualitas.
Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk memperingati hari ini, mulai dari menyebarluaskan informasi tentang perlindungan lansia, meningkatkan edukasi mengenai kekerasan terhadap lansia, mengikuti kegiatan sosial dan komunitas terkait, hingga mengampanyekan kesadaran tersebut melalui media sosial.


