HOLOPIS.COM, JAKARTA – BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memastikan penanganan pasca banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah masih terus berlanjut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, saat ini kondisi banjir di sejumlah lokasi terdampak mulai surut.
“Saat ini kondisi banjir dilaporkan berangsur surut,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (21/5).
Abdul kemudian menjelaskan, peristiwa banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air sungai meluap.
Wilayah terdampak meliputi Desa Tanjung Jariangau, Bawan, Kawan Batu, Tumbang Sapiri, Pahirangan dan Tanjung Batur di Kecamatan Mentaya Hulu. Desa Baampah dan Kelurahan Baamang Tengah di Kecamatan Baamang. Desa Mentawa Baru Hilir di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta Desa Hanjalipan dan Kelurahan Kuala Kuayan di Kecamatan Kota Besi.
“Dampak banjir tersebut dirasakan oleh 336 jiwa dari 107 kepala keluarga (KK) dan berdampak pada 107 unit rumah, 6 fasilitas ibadah, 9 fasilitas pendidikan, serta akses jalan desa hingga sempat mengganggu aktivitas dan mobilitas warga,” jelasnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Selain itu, beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau sehingga berpotensi mengalami kekeringan dan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, khususnya banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan.
“Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan PVMBG, serta segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan ancaman bencana. Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana,” imbaunya.

