KSAU Bongkar Tantangan TNI AU: Senjata Canggih Tak Ada Arti Jika Pola Pikir Masih Lama

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menyampaikan modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) di tubuh TNI Angkatan Udara tidak boleh berhenti pada pengadaan teknologi dan sistem persenjataan baru semata.

Menurutnya, penguatan kekuatan udara nasional juga harus dibarengi dengan perubahan pola pikir, budaya kerja, hingga tata kelola organisasi agar kemampuan operasional TNI AU benar-benar optimal.

Penegasan tersebut disampaikan KSAU Tonny dalam amanat yang dibacakan Kepala Pusat Geografi Angkatan Udara (Kapusgeosau) Marsda TNI Ferdinand Roring saat Upacara Bendera Bulanan di Mabesau, Jakarta Timur.

Dalam amanatnya, KSAU Tonny menyebut TNI AU kini tengah memasuki fase akselerasi penguatan kemampuan operasional. Hal itu ditandai dengan hadirnya berbagai alpalhankam modern sebagai bagian dari komitmen negara dalam memperkuat pertahanan udara nasional.

Namun, KSAU Tonny mengingatkan bahwa kehadiran teknologi modern harus dimaknai lebih luas. Upaya itu sebagai upaya membangun organisasi yang adaptif dan profesional.

“Modernisasi tidak boleh dipandang sekadar sebagai hadirnya teknologi baru, tetapi sebagai amanah untuk membangun kemampuan organisasi secara menyeluruh,” kata KSAU Tonny, dalam keterangan resmi TNI AU dikutip pada Kamis, (21/5/2026).

- Advertisement -

Dia menilai modernisasi alpalhankam harus berjalan beriringan dengan pembaruan doktrin, pola latihan, sistem pemeliharaan, dukungan logistik, hingga tata kelola satuan. Langkah tersebut dinilai penting agar kesiapan tempur dan daya respons kekuatan udara dapat terus terjaga di tengah tantangan strategis yang semakin kompleks.

Pun, KSAU Tonny juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas sumber daya manusia di lingkungan TNI AU. Di tengah dinamika global serta tuntutan efisiensi organisasi, seluruh personel diminta tetap mengedepankan disiplin, keselamatan terbang dan kerja, serta profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menurutnya, budaya organisasi memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kinerja institusi pertahanan. Maka itu, setiap personel diingatkan agar tak membiarkan pelanggaran atau kebiasaan buruk berkembang di lingkungan kerja.

“What you permit, you promote. Apa yang dibiarkan, pada akhirnya akan tumbuh menjadi budaya dalam organisasi,” jelas KSAU.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penekanan bahwa modernisasi TNI AU tidak hanya berbicara soal kecanggihan alpalhankam. Namun, juga menyangkut kesiapan mental, integritas, dan budaya kerja seluruh personel dalam menghadapi tantangan pertahanan udara masa depan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU