HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat hingga saat ini masih berdampak di sejumlah wilayah.
Banjir yang terjadi sejak Minggu (17/5) ini melanda tiga kecamatan dan 15 desa, yakni Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Kelam Permai.
Wilayah terdampak meliputi Desa Nanga Toran, Nanga Payak, Nanga Sungai, Pakak dan Melingkat di Kecamatan Kayan Hulu, Desa Landau Beringin, Neran Baya, Nanga Mau, Batu Netak dan Sungai Garong di Kecamatan Kayan Hilir, serta Desa Sungai Sintang, Sungai Buaya, Jaya Sakti, Bengkuang dan Gembala di Kecamatan Kelam Permai.
“Sebanyak 5.078 kepala keluarga terdampak dan 5.078 unit rumah terdampak. Selain itu, tercatat lima unit rumah rusak berat, 13 jembatan gantung putus, serta satu akses jalan terendam,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (21/5).
Abdul menjelaskan bahwa kondisi mutakhir menunjukkan wilayah Kayan Hulu dan Kelam Permai berangsur surut.
“Sementara beberapa desa di Kecamatan Kayan Hilir masih tergenang akibat kiriman air dari wilayah hulu,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Selain itu, beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau sehingga berpotensi mengalami kekeringan dan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, khususnya banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan.
“Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan PVMBG, serta segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan ancaman bencana. Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana,” imbaunya.


