PT Inti Sinar Pelangi Pamerkan Drone dan Teknologi Berbasis AI di IPA Convex 2026

21 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ajang tahunan industri energi terbesar di Asia Tenggara, IPA Convention & Exhibition resmi digelar di Indonesia Convention Exhibition BSD pada 20–22 Mei 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-50, acara yang mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth” itu menjadi wadah bertemunya pelaku industri migas, pemerintah, investor, akademisi hingga mahasiswa dari berbagai negara.

Lebih dari 300 perusahaan dari sekitar 60 negara ambil bagian dalam pameran dan konferensi tersebut. Salah satu exhibitor yang menarik perhatian pengunjung adalah PT Inti Sinar Pelangi Energi yang menghadirkan berbagai inovasi teknologi untuk mendukung kebutuhan industri energi dan sektor strategis lainnya.

“Fokus kami di IPA Convex tahun ini menghadirkan teknologi seperti AI interaktif, LED power display, interactive smart TV, hingga drone dan interceptor yang dirancang untuk mendukung kebutuhan industri, mulai dari demonstrasi interaktif, surveillance sampai penanganan situasi darurat,” ujar Satria di sela pameran.

Dari sejumlah teknologi yang dipamerkan, produk drone menjadi salah satu yang paling banyak menarik perhatian pengunjung. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung operasional industri minyak dan gas, terutama dalam pengawasan area kerja hingga penanganan kondisi darurat di lapangan.

Salah satu drone unggulan yang diperkenalkan adalah Alugara. Drone ini memiliki kemampuan membawa payload hingga 10 kilogram dan mampu terbang dengan jarak mencapai 15 kilometer. Kemampuan tersebut membuka peluang pemanfaatan yang luas, tidak hanya untuk kebutuhan pemantauan, tetapi juga mendukung berbagai operasi teknis di sektor industri.

Drone tersebut juga dapat dipasangi berbagai perangkat tambahan seperti sistem pemadam api, kamera pengawas, sensor, lidar, radar, pencitraan termal hingga RGB. Fleksibilitas itu membuat teknologi drone dinilai mampu menjawab kebutuhan industri modern yang semakin mengandalkan sistem otomatisasi dan pengawasan berbasis data.

- Advertisement -

Selain drone, perusahaan juga memperkenalkan teknologi interceptor yang diklaim lebih efektif dan ekonomis untuk menghadapi ancaman udara dibanding penggunaan sistem rudal dengan biaya tinggi. Teknologi ini dirancang untuk melakukan intersepsi terhadap objek udara tertentu dengan pendekatan yang lebih efisien.

Menurut Satria, teknologi interceptor tidak hanya relevan untuk kebutuhan militer, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan di sektor sipil. Salah satunya sebagai perangkat first responder untuk menjangkau titik api atau area berbahaya yang sulit diakses manusia secara langsung.

Dengan kemampuan membawa berbagai jenis payload, mulai dari perangkat pemadam hingga sensor pemantauan, teknologi tersebut dinilai memiliki potensi penggunaan yang sangat luas. Pengembangan teknologi berbasis drone dan AI pun menjadi salah satu gambaran transformasi industri energi menuju era digital yang lebih adaptif dan modern dalam beberapa tahun ke depan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Fisca Dwi Astuti
Fisca Dwi Astuti
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU