Geger! Nomor WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Galeri 24 Beredar

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA Nomor WhatsApp palsu mengatasnamakan Galeri 24 beredar luas. Masyarakat diminta waspada agar tak terjebak modus penipuan online.

Masyarakat dibuat geger setelah muncul dugaan modus penipuan baru yang mengatasnamakan Galeri 24.

Modus ini memanfaatkan nomor WhatsApp palsu yang dicantumkan pada unggahan gambar di Google Maps maupun Google Business Profile, sehingga tampak seolah-olah merupakan kontak resmi perusahaan.

Kasus ini langsung menjadi sorotan publik lantaran banyak calon pelanggan yang nyaris tertipu saat mencari informasi pembelian emas hingga lokasi outlet Galeri 24 melalui internet.

Oknum pelaku diduga sengaja memasang nomor tertentu pada foto unggahan agar calon korban menghubungi mereka terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.

Dalam beberapa kasus, nomor yang muncul di gambar tersebut terlihat meyakinkan karena disertai logo perusahaan, tangkapan layar transaksi, hingga nota digital palsu yang dibuat menyerupai dokumen resmi.

- Advertisement -

Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang terkecoh dan mengira nomor tersebut benar-benar milik Galeri 24.

Pihak Galeri 24 pun mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya dengan nomor yang muncul di kolom foto atau unggahan pengguna di Google Maps.

Seluruh informasi resmi perusahaan diminta hanya dicek melalui website resmi perusahaan.

“Calon pelanggan sebaiknya tidak langsung percaya pada nomor yang muncul di gambar unggahan pengguna. Informasi resmi harus dicek melalui website resmi Galeri 24,” demikian imbauan yang disampaikan dalam keterangan resmi.

Modus ini dinilai cukup berbahaya karena memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang sering mencari kontak bisnis melalui mesin pencarian atau Google Maps tanpa melakukan verifikasi ulang.

Tak hanya mencantumkan nomor WhatsApp, pelaku juga disebut kerap mengarahkan korban untuk melakukan transaksi cepat dengan alasan promo terbatas, stok emas menipis, atau antrean pembelian yang tinggi.

Bahkan, beberapa korban disebut diarahkan melakukan transfer ke rekening pribadi yang tidak memiliki hubungan dengan perusahaan resmi.

Situasi ini membuat masyarakat diminta ekstra hati-hati, terutama saat melakukan transaksi emas secara online yang nilainya tidak sedikit.

Galeri 24 menegaskan bahwa seluruh transaksi resmi hanya dilakukan melalui kanal resmi perusahaan dan informasi valid hanya tersedia di website resmi mereka.

Berdasarkan informasi resmi, masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui website resmi Galeri 24.

Selain itu, kontak resmi yang dapat dihubungi antara lain telepon 021-3104506, WhatsApp publik 081112202424, dan email cs@galeri24.co.id.

Pihak perusahaan juga meminta masyarakat segera curiga apabila menemukan beberapa tanda mencurigakan, seperti:

Nomor WhatsApp hanya muncul pada gambar unggahan pengguna

Pembayaran diarahkan ke rekening pribadi

Pengirim memaksa transaksi cepat

Tautan tidak menggunakan domain resmi

Nota digital terlihat mencurigakan

Komunikasi meminta data pribadi secara berlebihan

Fenomena ini pun ramai diperbincangkan di media sosial.

Banyak warganet mengaku baru mengetahui bahwa unggahan foto di Google Maps ternyata bisa dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi palsu.

Sebagian masyarakat bahkan mengaku hampir melakukan transfer karena mengira nomor tersebut adalah layanan pelanggan resmi.

Pengamat keamanan digital menilai modus semacam ini semakin marak karena pelaku memanfaatkan celah minimnya literasi digital masyarakat.

“Banyak orang menganggap semua yang tampil di Google itu resmi. Padahal foto unggahan pengguna bisa diisi siapa saja,” ujar seorang pengamat keamanan siber.

Karena itu, masyarakat diminta membiasakan diri melakukan verifikasi ganda sebelum melakukan pembayaran atau mengirim data pribadi kepada pihak tertentu.

Jika menemukan unggahan mencurigakan, masyarakat disarankan untuk tidak langsung menghubungi nomor tersebut.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengambil tangkapan layar sebagai dokumentasi lalu mencocokkan informasi melalui website resmi Galeri 24.

Selain itu, pengguna juga dapat melaporkan unggahan bermasalah melalui fitur “Report a Problem” di Google Maps atau Google Business Profile agar tidak memakan korban lain.

Bila sudah terlanjur melakukan transfer ke pihak tidak dikenal, korban diminta segera menghubungi bank terkait dan mempertimbangkan membuat laporan kepada pihak berwenang.

Di tengah meningkatnya transaksi emas digital dan pembelian logam mulia secara online, kasus ini menjadi pengingat penting bahwa verifikasi informasi merupakan langkah wajib sebelum melakukan transaksi.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur promo cepat maupun instruksi pembayaran mendadak yang berasal dari nomor tidak jelas.

Galeri 24 sendiri memastikan bahwa informasi resmi terkait produk emas, outlet, harga, maupun layanan pelanggan hanya tersedia melalui kanal resmi perusahaan.

Dengan semakin maraknya modus digital seperti ini, kewaspadaan publik menjadi benteng utama agar tidak menjadi korban penipuan berkedok layanan pelanggan palsu.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU